Page 128 - bk metamorfosis
P. 128
Pengukuran efektivitas program SPMI bagi sekolah model di Provinsi Bali
melibatkan empat dimensi /aspek, yaitu: 1) proses pendampingan, 2) dampak
pendampingan, 3) implementasi SPMI, dan 4) hasil implementasi SPMI. Untuk
memberikan gambaran yang jelas tentang efektivitas program SPMI dilihat dari
masing-masing dimensi/aspek pada Kabupaten/Kota di Provinsi Bali disajikan
dalam Tabel berikut.
Tabel 7.2 Efektivitas Program SPMI untuk Masing-masing Dimensi/Aspek
Dimensi
Proses Pen- Dampak Pen- Penerapan Hasil Penerapan
Kab/Kota
dampingan (%) dampingan (%) SPMI (%) SPMI (%)
Buleleng 72.95 71.30 70.86 74.71
Jembrana 71.46 74.01 69.32 72.67
Tabanan 76.93 76.93 76.93 76.93
Badung 80.38 72.07 71.81 74.75
Gianyar 73.67 69.73 71.45 69.28
Klungkung 74.71 76.21 71.77 77.93
Bangli 77.78 74.08 73.16 76.44
Karangasem 75.20 70.56 71.03 72.08
Denpasar 76.27 70.97 72.22 72.92
Rata-rata 75.49 71.86 69.81 73.37
Keterangan Efektif Efektif Cukup Efektif Efektif
Untuk lebih jelasnya, gambaran umum tabel di atas dapat digambarkan
dalam bentuk grafik, seperti tampak pada gambar berikut.
82
80
78
76
74
72
70
68
66
64
62
Proses Pendampingan (%) Dampak Pendampingan (%)
Penerapan SPMI (%) Hasil Penerapan SPMI (%)
Gambar 7.3 Grafik Efektivitas Program SPMI untuk
Masing-masing Dimensi pada Masing-masing Kabupaten/Kota
120 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

