Page 159 - bk metamorfosis
P. 159
sumberdaya untuk mencapai SNP. Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan
dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan dan juga ditetapkan
oleh satuan pendidikan untuk dituangkan dalam pedoman pengelolaan satuan
pendidikan serta disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan
pendidikan. Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh satuan
pendidikan dengan optimal, perlu dikembangkan satuan pendidikan yang akan
menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang
selanjutnya disebut sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada satuan
pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan sehingga
terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan
pendidikan di Indonesia. Maksud dari pengembangan sekolah model dan pola
pengimbasan adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar
nasional pendidikan serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan
pendidikan.
Tahun 2018 ini pengembangan sekolah model telah memasuki tahun ketiga.
Beberapa perubahan (metamorposis) yang telah terjadi dalam pengembangan
sekolah model, antara lain praktek baik implementasi sistem penjaminan mutu
internal (SPMI), praktek baik implementasi kurikulum 2013, akreditasi dan
capaian mutu pendidikan berdasarkan delapan standar nasional pendidikan melalui
rapor mutu 2017. Hasil monitoring dan evaluasi terhadap praktek implementasi
sistem penjaminan mutu internal (SPMI) diperoleh bahwa pelaksanaan program
SPMI bagi sekolah model di Provinsi Bali tergolong efektif dengan persentase
72,45%, artinya program SPMI baru mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebesar 72,45%. Praktek Implementasi kurikulum 2013 bagi sekolah model di
Provinsi Bali tergolong sangat efektif dengan persentase 94,54%. Dilihat dari
akreditasi, terlihat bahwa 84,29% sekolah mencapai akreditasi A dan 15.71%
sekolah mencapai akreditasi B. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), sekolah yang
sudah terakreditasi A sebanyak 74.36%. dan yang sudah terakreditasi B sebanyak
25,64%. Capaian mutu pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK bagi sekolah model
di Provinsi Bali tergolong menunju SNP-4 sebesar 89,21%. Bila dirinci capaian
mutu pendiidkan sekolah model tampak bahwa 89,21% capaian mutu menuju
SNP 4 (****), ada 9,35% sekolah model capaian mutunya menuju SNP 3 (***).
Namun demikian ada 0.72% sekolah model yang capaian SNP ada pada capaian
mutunya menuju SNP 1 (*) dan 0,72% sekolah yang capaian mutunya menuju
SNP 2 (**).
Rekomendasi
Program SPMI perlu dilakukan dengan persiapan lebih baik termasuk
pembiayaan; hasil temuan menunjukkan bahwa dalam implementasi SPMI
khususnya pengimbasan tidak bisa dihindari tentang pembiayaan. Frekuensi
METAMORFOSIS 151
Pengembangan Sekolah Model di Bali

