Page 79 - bk metamorfosis
P. 79

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa indikator sukses penyelenggaran
            pendidikan di sekolah dapat dilihat dari mutu siswa dalam bidang akademik dan
            non akademik baik seperti memiliki kinerja yang baik di masyarakat maupun di
            sekolah, sikap spiritual dan sikap sosial, memiliki pengetahuan yang baik, terampil
            dalam menerapkan sikap dan pengetahuannya. Semua itu diakibatkan oleh faktor
            guru, yaitu melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menggunakan
            berbagai  metode dan sumber belajar  yang beragam dan didukung oleh iklim
            belajar yang kondusuf. Di sisi lain, juga didukung oleh sistem manajemen yang
            handal, seperti standar pelayanan minimal, sistem informasi manajemen yang
            lentur, transparansi, dan pemberdayaan  sumber daya pendidikan. Di samping
            itu, tak kalah  pentingnya  adalah  sistem pemberdayaan masyarakat  terutama
            masayarakat di sekitar sekolah.
                 Dalam  konteks  pendidikan,  penjaminan  mutu,  seperti  dikatakan  Rowley
            (1995) adalah “all the policies, systems and process directed towards ensuring
            the maintenance and enhancement of the quality of educational provision. For
            example, course design, staff development, the collection and use of feedback
            from students, staff and employes” [keseluruhan kebijakan, sistem dan proses
            yang diarahkan untuk menjamin terpelihara dan meningkatnya mutu pendidikan].
            Sebagai contoh adalah rancangan kursus, pengembangan staf, serta pengumpulan
            dan  pemanfaatan  umpan  balik  dari  siswa, staf  dan  karyawan).  Secara  lebih
            tegas, Piper (1993), menjelaskan penjaminan  mutu pendidikan  sebagai  “the
            total of those mechanism and procedures adopted to assure a given quality or
            the continued improvement of quality, which embodies the planning, defining,
            encouraging, assessing of quality”. [Keseluruhan mekanisme dan prosedur yang
            diadopsi untuk menjamin tersedianya mutu atau berlanjutnya perbaikan mutu,
            yang  meliputi  perencanaan,  pendefinisian,  pendorong,  dan  penilaian  mutu]
            (Suryadi dan Budimansyah, 2009: 197-202).
                 Dalam implementasi penjaminan mutu pendidikan dapat dirumuskan sebagai
            keseluruhan  aktivitas  dalam berbagai  bagian  dari sistem  untuk memastikan
            bahwa mutu  produk atau  layanan  yang  dihasilkan  selalu  konsisten  sesuai
            dengan yang direncanakan. Dalam jaminan mutu terkandung proses penetapan
            dan pemenuhan standar mutu pengelolaan  pendidikan  secara  konsisten dan
            berkelanjutan, sehingga seluruh stakeholders memperoleh kepuasan (IPB, 2004:
            1). Contoh lain standar manajemen mutu akademik diimplementasikan dengan
            berpedoman  bahwa penyelenggaraan  kegiatan  akademik  dilakukan  secara
            mandiri, efisien, efektif, dan akuntabel untuk memenuhi standar permintaan dan
            kepuasaan stakeholders (BPMA UI. 2007: 12).
                 Tujuan akhir dari sistem penjaminan mutu ialah terwujudnya budaya mutu
            (quality culture) dalam dunia pendidikan. Budaya mutu, terutama mutu akademik,
            mencitrakan  dunia pendidikan sebagai  arena  yang memiliki  nilai  tinggi  baik



            METAMORFOSIS                                                                   71
            Pengembangan Sekolah Model di Bali
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84