Page 81 - bk metamorfosis
P. 81
dimensi utama yakni masukan-masukan (inputs), proses (process), dan keluaran
(output), di mana pada masing-masing komponen memiliki sub-sub komponen
yang rinci sehingga menggambarkan totalitas organisasi (program dana atau
satuan pendidikan).
Komponen-komponen penjaminan mutu internal tersebut meliputi: (a)
Masukan: (1) jatidiri; (2) integritas; (3) visi; (4) misi; (5) sasaran dan tujuan;
(6) peserta didik; (7) pendidik dan tenaga kependidikan; (8) kurikulum; (9)
prasaranan dan sarana; (10) pendanaan; (b) Proses: (1) tata pamong (governance);
(2) manajemen akademik; (3) pembelajaran; (4) suasana akademik; (5) sistem
informasi; (6) sistem jaminan mutu; (c) Keluaran: (1) lulusan; dan (2) pengabdian
kepada Masyarakat; dan (d) Dimensi lain yang dapat ditambahkan adalah Tindak
Lanjut dengan komponen: (1) sistem informasi; dan (2) sistem peningkatan dan
pengendalian mutu.
Komponen-komponen tersebut sekaligus menjadi ruang lingkup dari kegiatan
penjaminan mutu internal, termasuk untuk evaluasi diri dan audit mutu internal.
Fokus audit mutu internal atau evaluasi diri adalah standar mutu yang digunakan
oleh masing-masing satuan pendidikan (terutama standar mutu akademik) dan
standar mutu dari lembaga akreditasi. Untuk itu, dokumen-dokumen yang mesti
dihimpun dan disusun untuk kemudian dievaluasi dan dianalisis mencakup
kebijakan akademik, standar akademik, dan peraturan akademik, dari sebuah
program dan/atau satuan pendidikan.
Sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) adalah suatu kesatuan unsur
yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan
fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan
tingkat pencapaian mutu satuan dan/atau program keahlian. Sistem penjaminan
mutu eksternal merupakan sistem yang dijalankan oleh lembaga di luar satuan
METAMORFOSIS 73
Pengembangan Sekolah Model di Bali

