Page 83 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 83

3. Subclassis Caryophyllidae
                      Subclassis  Caryophyllidae  umumnya  berupa  herba,  dengan  beberapa
              anggota dari suku tertentu bersifat sukulen atau halofit. Anggota yang primitif
              memiliki  satu  lingkaran  perhiasan  bunga,  yang  pada  evolusinya  berkembang
              menjadi  kelopak  dan  mahkota  yang  jelas.  Benang  sari  matang  secara
              sentrifugal, dan serbuk sari bersifat trinukleat. Putik memiliki ovul bitegmik dan
              crassinucellate,  bersifat  kampilotropus  atau  amfitropus,  dan  embrio  yang
              matang  sering  diliputi  perisperm.  Tumbuhan  dalam  subclassis  ini  banyak
              beradaptasi  dengan  habitat  ekstrim,  termasuk  daerah  kering,  berpasir,  atau
              dengan  curah  hujan  rendah.  Subcalssis  Caryophyllidae  terdiri  dari  tiga  ordo
              yaitu Caryophyllales, Polygonales dan Plumbaginales.
              a. Ordo Caryophyllales
                        Ordo  Caryophyllales  umumnya  terdiri  dari  tumbuhan  terna  atau  semak
              dengan  daun  tunggal  tanpa  stipula,  bunga  kecil  yang  uniseksual  dan
              aktinomorf,  serta  perhiasan  bunga  yang  bervariasi.  Ordo  ini  mencakup  12
              familia,  yaitu  Phytolaccaceae,  Achatocarpaceae,  Nyctaginaceae,  Aizoaceae,
              Didiereaceae,  Cactaceae,  Chenopodiaceae,  Amaranthaceae,  Portulacaceae,
              Basellaceae,  Molluginaceae,  dan  Caryophyllaceae.  Pada  bagian  ini,  fokus

              pembahasan akan pada tiga familia, yaitu Amaranthaceae, Portulacaceae, dan
              Caryophyllaceae.
              1) Amaranthaceae
                      Tumbuhan  familia  Amaranthaceae  umumnya  berupa  herba  dan  jarang
              berkayu.  Beberapa  species  mengandung  aksalat  bebas,  kalium  nitrat,  dan
              saponin, namun tidak mengandung tanin. Daun tunggal tersusun tersebar atau
              berhadapan  dan  sering  memiliki  anatomi  Kranz.  Bunga  kecil,  tunggal  dalam
              bulir, malai, racemosus, atau cymosus, dilindungi oleh braktea atau brakteola,
              bersifat aktinomorf, dan bisa uniseksual atau biseksual. Kelopak berjumlah 3-5,
              berbentuk  kering  seperti  selaput,  dapat  lepas  atau  menyatu  di  bagian  dasar,
              dan tidak memiliki mahkota. Jumlah benang sari sama dengan jumlah kelopak,
              lepas  atau  menyatu  membentuk  tabung  di  bagian  bawah.  Ovarium  bersifat
              superus, terdiri dari 2-3 karpel, satu ruang yang berisi satu atau beberapa ovul.

              Buah  yang  dihasilkan  berupa  achene,  nuks,  atau  kapsula,  dan  bijinya  memiliki
              endosperm.
                    Tumbuhan dari familia Amaranthaceae bermanfaat sebagai sumber pangan
              dari daun atau biji yang kaya protein dan mineral, obat tradisional, serta pakan
              ternak. Contoh species antara lain Achyranthea aspera (jarongan), Achyranthes
              bidentata,  Alternanthera  ficoidea  (kriminil),  Alternanthera  philoxeroides  (soya),
              Amaranthus  gracilis  (bayam  putih),  Amaranthus  hibrida  (bayam),  Amaranthus
              spinosus  (bayam  duri),  Celosia  argantea  (jengger  ayam),  Gompherena  globosa
              (kembang kancing), dan Iresine herbatii










                                                           74   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88