Page 88 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 88

4. Subclassis Dilleniidae
                        Ciri-ciri  umum  dari  subclassis  Dilleniidae  antara  lain  berupa  tumbuhan
              berkayu  atau  herba,  dan  sering  mengandung  zat  repelent  (penolak  serangga).
              Beberapa  species  mengandung  tanin  dan  sedikit  alkaloid.  Daun  umumnya
              tunggal  dan  jarang  yang  majemuk,  dengan  tulang  daun  menjari.  Bunga
              biasanya  polypetalous  atau  sympetalous,  dan  hanya  sedikit  yang  apetalous.
              Subclassis  Dilleniidae  terdiri  dari  13  ordo,  yaitu  Dilleniales,  Theales,  Malvales,
              Lecythidales,  Nepenthales,  Violales,  Salicales,  Capparales,  Batales,  Ericales,
              Diapensiales,  Ebenales,  dan  Primulales.  Pada  bagian  ini,  pembahasan  pada
              lima ordo, yaitu Theales, Malvales, Nepenthales, Violales, dan Ebenales.
              a. Ordo Theales
                        Ordo  Theales  umumnya  terdiri  dari  pohon,  perdu,  atau  liana  dengan  daun
              tunggal  yang  tersusun  berhadapan  atau  bergantian.  Bunga  polypetalous,
              uniseksual  atau  biseksual,  dan  aktinomorf,  dengan  benang  sari  banyak.
              ovarium superus atau inferior, dan buah berupa kapsul, buni, atau berry dengan
              biji yang biasanya mengandung endosperm. Ordo Theales terdiri dari 18 familia
              yaitu:  Ochnaceae,  Sphaerosepalaceae,  Sarcolaenaceae,  Dipterocarpaceae,
              Caryocaraceae,  Theaceae,  Actinidiaceae,  Scytopetalaceae,  Pentaphylacaceae,

              Tetrameristaceae, Pellicieraceae, Oncothecaceae, Marcgraviaceae, Quiinaceae,
              Elatinaceae,  Paracryphiaceae,  Medusagynaceae,  Clusiaceae.  Pada  bagian  ini
              akan  dibahas  beberapa  familia  penting  terutama  yang  banyak  ditemukan
              maupun  dimanfaatkan  di  Indonesia  seperti  Dipterocarpaceae,  Theaceae,
              Actinidiaceae, dan Clusiaceae.
              1) Dipterocarpaceae
                        Tumbuhan  familia  Dipterocarpaceae  umumnya  berupa  pohon  dan  jarang
              berupa  perdu,  dengan  permukaan  yang  sering  dilapisi  rambut  kelenjar  atau
              sisik  peltatus.  Beberapa  species  mengandung  tanin,  proantosianin,  asam
              ellagat,  triterpen  khas  (dipeterokarpol),  dan  seskuiterpen  resin.  Daun  tunggal,
              tersebar, dan bersifat tebal seperti kulit. Stipula biasanya berkembang dengan
              baik  dan  kadang  bersifat  persisten.  Bunga  tersusun  dalam  pembungaan
              racemosus  atau  malai,  jarang  berupa  cymosus,  dan  umumnya  biseksual

              dengan simetri aktinomorf. Kelopak berjumlah 5, tersusun imbrikus dan dapat
              menyatu  membentuk  tabung  yang  melekat  pada  Putik.  Mahkota  bunga
              berjumlah 5 sebagian lepas dan sedikit menyatu di bagian dasar. Benang sari
              berjumlah 10 hingga banyak, tersusun dalam 1-3 lingkaran. Putik terdiri dari 2-4
              karpel  dengan  beberapa  ruang,  masing-masing  berisi  2-4  ovula.  Buah  yang
              dihasilkan  berupa  buah  kering  dengan  perikarp  berkayu,  dan  bijinya  memiliki
              masa dormansi maupun tidak, serta tidak memiliki endosperm.
                        Contoh  species  antara  lain  Dipterocarpus  kerril  (cengal),  Dipterocarpus
              baundil  (keriung),  Dryobalanops  camphora,  Hopea  celebica,  Isoptera  seminis,
              Shorea leprosula (meranti bunga), Shorea singkawang (singkawang), dan Vatica
              bancana






                                                           79   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93