Page 24 - MEDIA PEMBELAJARAN JARINGAN TUMBUHAN UNTUK KELAS XI SMA/MA
P. 24
c) Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut pada daun monokotil memiliki tipe yang sama
dengan jaringan pengangkut pada batangnya, yaitu kolateral tertutup. Xilem
yang terdiri atas trakea menghadap kepermukaan atas daun. Sementara
floem yang terdiri atas sel buluh tapis dan sel pengiring menghadap
kepermukaan bawah daun. Setiap berkas pengangkut biasanya diselubungi
oleh seludang berkas pengangkut yang terdiri atas sel-sel parenkim
berdinding tipis. Biasanya, sel-sel seludang berkas pengangkut mengandung
butir-butir amilum.
2) Daun dikotil
Daun dikotil umumnya memiliki pertulangan daun menyirip atau menjari.
Struktur bagian dalam daun dikotil terdiri atas epidermis, mesofil, dan jaringan
pengangkut.
a) Epidermis
Epidermis daun dikotil terdiri atas epidermis atas dan epidermis bawah.
Epidermis tersusun dari selapis sel, kecuali pada daun Ficus, terdapat
epidermis ganda. Dinding sel yang menghadap keluar mengalami penebalan
membentuk lapisan kutikula. Stomata memiliki sel-sel penjaga berbentuk
seperti ginjal. Daun dikotil umumnya bertipe dorsiventral, sehingga stomata
paling banyak terdapat pada permukaan bawah daun (hipostomatik).
b) Mesofil
Mesofil terletak diantara epidermis atas dan epidermis bawah. Berbeda
dengan daun monokotil, mesofil daun dikotil berdiferensiasi menjadi
jaringan palisade dan jaringan spons.
o Jaringan palisade tersusun dari sel-sel berbentuk silindris yang saling
berdekatan satu sama lain. Akan tetapi, masih terdapat ruang antarsel.
Jaringan palisade terletak di bawah epidermis atas daun. Jaringan ini
mengandung banyak kloroplas sehingga menjadi tempat penting untuk
proses fotosintesis.
o Jaringan spons tersusun dari sel-sel berdinding tipis, tidak teratur,dan
memiliki ruang antarsel yang besar. Jaringan spons berfungsi sebagai
tempat pertukaran gas.
22