Page 35 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 DESEMBER 2018
P. 35

Title          KSPI TUDING INDUSTRI GARMEN DAN TEKSTIL BERI UMP RENDAH
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      27 Desember 2018
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181226211634-92-356601/kspi-tud ing-
               Page/URL
                              industri-garmen-dan-tekstil-beri-ump-rendah
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyatakan  mayoritas  perusahaan
               yang  bergerak  di  industri  garmen  masih  memberikan  gaji  di  bawah  aturan  Upah
               Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Ketua KSPI Said
               Iqbal mengatakan walau membayar upah murah, beberapa perusahaan justru sempat
               mengajukan       penangguhan      upah     kepada     pemerintah.     Hal   itulah   yang
               mengindikasikan  perusahaan  di  sektor  garmen  belum  mampu  memberikan  upah
               sesuai aturan di kawasan itu.

               "Kalau yang belum sesuai (aturan) masih banyak terutama industri garmen, kemudian
               masih ada istilah bahkan upah padat karya," ucap Said, Rabu (26/12).

               Selain  garmen,  sektor  lainnya  yang  disebut  masih  memberikan  upah  di  bawah
               UMP/UMK adalah tekstil serta makanan dan minuman (mamin). "Kemudian masih
               ada  istilah  seperti  upah  padat  karya,  itu  patut  diduga  kuat  upahnya  di  bawah
               minimum," terang Said.

               Sayangnya, ia tak menyebut pasti nama perusahaan garmen, tekstil, dan makanan
               dan minuman serta di mana letak perusahaan yang masih memberikan gaji tak sesuai
               aturan kepada karyawan tersebut. "Kami belum dapat datanya," tutur Said.

               Sebagai informasi, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan UMP 2019 naik 8,03
               persen. Besaran angka tersebut tertuang dalam surat edaran Menteri Tenaga Kerja
               tentang  Penyampaian  Data  Tingkat  Inflasi  Nasional  dan  Pertumbuhan  Produk
               Domestik Bruto Tahun 2018. Ada dua faktor yang dipertimbangkan dalam kenaikan
               UMP tersebut, yakni; inflasi nasional sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi
               nasional sebesar 5,15 persen. Dengan keputusan ini, pemerintah provinsi (Pemprov)
               diberikan  wewenang  untuk  menetapkan  UMP  nya  dengan  mengacu  pada  surat
               edaran  tersebut.  Dalam  hal ini,  Pemprov  DKI  Jakarta menetapkan  kenaikan  UMP
               sesuai  dengan  surat  edaran  Kementerian  Ketenagakerjaan,  yakni  8,03  persen.
               Perhitungan  kenaikan  upah  itu  tercantum  dalam  Peraturan  Pemerintah  Nomor  78
               Tahun 2015 tentang Pengupahan.

               Berdasarkan  data International Labour Organization  (ILO)  per 2014-2015,  tambah
               Said, upah rata-rata Indonesia masih di bawah Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Ia
               merinci,  upah  rata-rata  Indonesia  hanya  US$174  per  bulan,  sedangkan  Vietnam
               sebesar US$181 per bulan.

               "Malaysia  empat  kalinya  Indonesia  mencapai  US$562  per  bulan  dan  Thailand
               sebesar US$352 per bulan," pungkas Said.(aud/agt)




                                                       Page 34 of 101.
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40