Page 117 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 117

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945

                  sehingga mana yang tidak disetujui dapat dicoret
                  dan  yang  dapat  disetujui  diterima,  yang  kurang
                  dapat ditambah, terima kasih, Wassalamu’alaikum
                  Wr. Wb.


                  Pembahasan dilanjutkan,  di sini materi  Perekonomian
            Nasional dan Kesejahteraan Sosial kembali mencuat dalam
            rapat-rapat pembahasan,  baik dalam penyampaian  pengantar
            musyawarah maupun di rapat-rapat PAH-I BP MPR. Setidaknya,
            pada saat penyusunan prioritas materi pembahasan, Bab ini
            kembali diusulkan agar dapat ditetapkan pada masa Perubahan
            Ketiga. Tersirat semangat yang sama di antara para peserta rapat.
                                                               28
                  Dimulai dalam Rapat PAH-I ke-7, 23 Januari 2001   yang
            dipimpin  Ketua  PAH-I,  Jakob  Tobing,  dalam rangka  menyusun
            prioritas materi perubahan. Pandangan-pandangan para anggota
            menunjuk pada satu keseriusan yang sama, di sela melontarkan
            ide-ide  di  bagian-bagian  lain.  Mereka  yang  menyampaikan
            pandangan  di  antaranya,  Zain  Badjeber  (F-PPP),   A.  M.  Luthfi
                                                        29
                         30
            (F-Reformasi),   Valina  Singka  Subekti  (F-UG),   Andi  Mattalatta
                                                     31
            28  Selasa, 23 Januari 2001, pukul 14.00-16.35 WIB, Ruang GBHN. Pimpinan Rapat: Jakob Tobing,
               Slamet Effendy Yusuf, Harun Kamil, Ali Masykur Musa. Ketua Rapat: Jakob Tobing, Sekretaris
               Rapat: Yana Indrawan. Acara: Pendapat Fraksi tentang Program Kerja PAH-I. Hadir 37 Orang,
               tidak hadir 8 Orang. Sekretariat Jenderal MPRRI.., Tahun Sidang 2001, Buku Satu, ibid.., notulen
               mulai hlm. 221-248.
            29  Bab-Bab mengenai Dewan Pertimbangan Agung, Kekuasaan Kehakiman dan Penegakan
               Hukum, Pendidikan dan Kebudayaan serta Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial
               adalah Bab-Bab yang relatif mandiri dan bisa diputuskan dalam Sidang Tahunan 2001.
            30  Kemudian, masalah Perkenomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial termasuk cara-cara
               mengubah Undang-Undang Dasar 1945, itu kalau bisa diselesaikan di tahun 2001.
            31  Kemudian yang kedua tadi juga sudah disinggung oleh teman-teman, itu adalah bagian-
               bagian yang mandiri yang itu tidak akan berpengaruh terhadap sistem ketatanegaraan kita,
               jadi misalnya di sini kami mengusulkan yang kedua adalah soal Perekonomian Nasional dan
               Kesejahteraan Sosial, kemudian masalah keuangan, masalah pendidikan dan kebudayaan,
               BPK dan DPA.


                                       56
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122