Page 118 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 118
DEBAT MENGEMUKA
PADA PERUBAHAN KETIGA
(F-PG), G. Seto Harianto(F-PDKB). 33
32
Kebutuhan Tim Ahli Bidang Ekonomi
34
Rapat-rapat yang diselenggarakan PAH-I sebelumnya
memang secara prinsipil, sebagian fraksi berpendapat bahwa
Bab Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dapat
diputuskan pada 2001 dalam Perubahan Ketiga UUD 1945. Hal ini
juga diperkuat oleh hasil pembahasan PAH-I BP MPR Perubahan
Kedua sebelumnya termasuk bagian yang dapat diterima secara
utuh substansinya—meski masih menggelayut.
Persis di situ, kebutuhan akan Tim Ahli: khususnya bidang
ekonomi yang telah dibahas sebelumnya, kembali dikerucutkan.
Maka, dalam rapat ke-8 PAH-I tertanggal 6 Februari 2001, rapat
35
difokuskan seputar Tim Ahli, dan nama-namanya. Baharuddin
Aritonang selaku bagian dari Tim Kecil yang diserahi tugas
menyeleksi Tim Ahli, diminta untuk menyampaikan hasilnya.
Simak notulen berikut ini:
32 Yang masuk dalam katagori ini sebaiknya final adalah hal-hal seperti misalnya kesejahteraan
sosial, masalah keuangan, masalah perekonomian, tata cara perubahan Undang-Undang
Dasar 1945.
33 Kami dari Fraksi PDKB mengusulkan agar pembahasan kita pertama-tama diarahkan kepada
hal-hal yang mendasar, yang merupakan satu penentu di dalam sistem pemerintahan dan
kenegaraan kita, karena meskipun kita mengatakan ada Pasal-Pasal yang berdiri sendiri
tapi pada dasarnya ada kaitannya secara falsafat. Oleh karena itu, saya mengusulkan agar
pertama, yang kita prioritaskan adalah membahas masalah pemilu sebagai awal dari pada
kehidupan bernegara…Ketiga belas, mengenai Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan
Sosial.
34 Tim Ahli
35 Selasa, 6 Februaru 2001, pukul 14.00-16.00 WIB, Ruang GBHN. Pimpinan Rapat: Jakob Tobing,
Slamet Effendy Yusuf, HarunKamil, Ali Masykur Musa. Ketua Rapat: Harun Kamil. Sekretaris
Rapat: Yana Indrawan. Acara: Laporan Tim Kecil tentang Pembentukkan Tim Ahli. Hadir 36
Orang, tidak hadir 10 Orang. Sekretariat Jenderal MPRRI.., Tahun Sidang 2001, Buku Satu,
ibid..,mulai hlm. 249-268.
57

