Page 125 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 125
Susanto Polamolo
Elnino M. Husein Mohi
PERDEBATAN PASAL 33
DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
ditampung di Tim Ahli, maka kemudian seluruhnya
dimasukkan ke dalam nara sumber, tapi ada juga
yang mengusulkan tadi penasehat itu seluruhnya
dimasukkan nara sumber.
Jadi, ini masih ada perbedaan, ada yang perlu
mengangkat penasehat, kemudian juga nara sumber,
tapi waktu kesepakatan di Tim Ahli terakhir bahwa
karena memang yang disepakati oleh informasi
dari PAH Khusus, bahwa hanya dua puluh yang
disepakati Tim Ahli untuk seluruh Badan Pekerja
MPR, maka dengan sendirinya nara sumber atau
tim penasehat itu kemudian sementara kita tunda.
Sementara nara sumber diserahkan sepenuhnya
kepada Tim Ahli, kalau mereka menginginkan, tapi
daftar namanya kita lampirkan di sini sebagaimana
usulan fraksi-fraksi.
Tim penasihat waktu itu kalau kembali ke
naskah lama yang kita usulkan di antaranya adalah:
Prof. Ikhlasul Amal, Dr. Ruslan Abdul Gani, kemudian
Dr. Subagyo, kemudian, Kyai Haji Mustofa Bisri, dan
kemudian, Prof. Dr. Charles Himawan, Prof. Dr.
Nurcholis Madjid, kemudian, Prof. Dr. Fuad Hasan
dan lain-lain.
Daftar namanya kalau naskah sebelumnya ada
yang sudah, ini ada, Miriam Budiarjo, Ryas Rasyid,
Sayidiman, Dr. Adnan Buyung Nasution, Dr. Awa
ludin Jamin, Prof. Dr. Daud Busro, Prof. Dr.Dahlan
Ranuwiharjo, Prof. Dr. Solih Lubis, Prof. Usep
Ranuwijaya, Prof. Oto Sumarwoto, Prof. Dr. Sadly,
Prof. Ali Yafie, Prof. Dr. Hariyati Subadiyo, Prof. Dr.
Selo Sumarjan, Prof. Dr. Suryanto Puspowardoyo,
64

