Page 126 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 126
DEBAT MENGEMUKA
PADA PERUBAHAN KETIGA
Prof.Sutandyo Wignyosubroto, Prof. Dr. Syafii
Ma’arif, dan Prof. Dr. Santoso Amidjojo.
Barangkali itu, sekian terima kasih Ketua.
Tim Ahli PAH-I kemudian ditetapkan dalam Rapat ke-9, 27
Februari 2001. Selengkapnya dikemukakan Ketua Rapat, Jakob
36
Tobing berikut:
Ketua Rapat: Jakob Tobing
Ibu dan Bapak sekalian yang kami hormati.
Pada hari ini, sesuai dengan keputusan kita
pada minggu yang lalu, kita mengadakan rapat
dengan agenda utama adalah “untuk menetapkan
pembentukan Tim Ahli”. Dan yang kedua adalah
acara “Dan lain-lain”, yang nanti mungkin akan
kita pergunakan sebaik-baiknya dalam rangka
pelaksanaan tugas-tugas Panitia Ad Hoc I. Kalau
ada saran nanti mengenai acara dari Ibu dan
Bapak sekalian, kami pikir seperti biasanya itu bisa
dimasukkan dalam kategori acara “Dan lain-lain”.
Untuk menyamakan informasi pada kita,
kami ingin melaporkan terlebih dahulu hasil rapat
koordinasi yang berlangsung pada tanggal 20
Februari yang lalu antara Pimpinan BP MPR dengan
Panitia Ad Hoc I, Panitia Ad Hoc II dan Panitia Ad
Hoc Khusus. Rapat ini terjadi atas inisiatif kita
dari Ad Hoc I, dan materi pokok pada waktu itu
adalah mengenai “Pembentukan Tim Ahli dalam
hubungannya dengan dukungan teknis anggaran”.
36 Selasa, 27 Februari 2001, pukul 13.00-15.30 WIB, Ruang GBHN. Pimpinan PAH-I: Jakob Tobing,
Slamet Effendy Yusuf, Harun Kamil, Ali Masykur Musa. Ketua Rapat: Jakob Tobing. Sekretaris
Rapat: Siti Fauziah. Acara: Penetapan Tim Ahli. Hadir 21 Orang, tidak hadir 26 Orang. Sekretariat
Jenderal MPRRI.., Tahun Sidang 2001, Buku Satu, ibid.., notulen mulai hlm. 269-300.
65

