Page 85 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 85

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


                  hidup menurut ketentuan yang ditetapkan dengan
                  undang-undang”.
                        Dalam pemahaman ini, tentu saja negara
                  mengatur pemanfaatan sumber daya ekonomi
                  untuk   sebesar-besarnya  kemakmuran    rakyat
                  dan penegasan kembali peran negara sebagai
                  regulator. Dalam menjalankan peran tersebut,
                  negara  harus  memperhatikan  dua  hal,  yaitu  hak
                  kepemilikan warga negara dan yang kedua adalah
                  pelestarian lingkungan hidup, yang merupakan
                  amanat Tuhan yang harus dilestarikan sehingga
                  tetap bisa dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
                  Oleh karena itu, maka pada Pasal 33 lama, itu kami
                  mengubahnya secara total dalam bentuk kalimat-
                  kalimat yang tadi kami tawarkan.
                        Kemudian Bab baru sebagai tambahan adalah
                  Bab Kesejahteraan Sosial.
                        Pasal A:
                        “Pemerintah wajib melakukan usaha untuk
                  mensejahterakan seluruh rakyat menurut aturan
                  yang ditetapkan dengan undang-undang”.
                        Kewajiban  tersebut   adalah  penegasan
                  kembali dari apa yang dinyatakan dalam Pembukaan
                  Undang-Undang  Dasar,  salah  satunya  adalah
                  mewujudkan kesejahteraan umum termasuk usaha
                  mensejahterakan seluruh rakyat adalah memberikan
                  jaminan sosial, jaminan hari tua, jaminan kesehatan
                  dan sejenisnya. Perincian mengenai hal tersebut
                  akan dijabarkan lebih lanjut dalam undang-undang.
                        Pasal B, Ayat (1):
                        “Negara berkewajiban menyantuni fakir



                                       24
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90