Page 107 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 107

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    kerjasama  penelitian  dan  pengembangan  teknologi  antara  Kementerian
                    Perindustrian Indonesia dan Turki.
                       Pada kesempatan itu, Presiden TUBITAK Prof. Amet Arif Ergin menawarkan
                    kerjasama riset dan teknologi, mengusulkan pertukaran tenaga ahli, dimana
                    tenaga ahli menetap sementara agar terjadi brainstorming, kerjasama
                    penelitian dan pengembangan.
                       Rachmat    Gobel   menyambut     gembira    pandangan    Kementerian
                    Perindustrian dan Teknologi Turki tersebut. Mengenai tawaran TUBITAK,
                    menurut Rachmat Gobel, akan disampaikan kepada Kementerian Riset, BPPT
                    dan LIPI agar dapat ditindaklanjuti.
                       Kepada  delegasi  DPR  RI  Rachmat  Gobel  mengatakan,  penting  bagi
                    Indonesia untuk  melakukan  sinergi  dengan  Turki  dengan memanfaatkan
                    kelebihan yang dimiliki  oleh masing-masing. “Kita perlu mengarahkan
                    kejasama untuk mengembangkan penelitian bersama. Kita punya banyak
                    bahan  baku,  bagaimana  potensi  ini  bisa  diolah  dan  dibuat  dalam  satu
                    kerjasama penelitian untuk meningkatkan kualitas dan daya saing, seperti
                    pada komoditas  pertanian dan perkebunan Indonesia,” katanya.
                       Gagasan dan ide  Rachmat Gobel mendapat dukungan Anggota DPR RI.
                    Apalagi untuk sektor perdagangan, Turki bisa menjadi  salah satu pintu
                    masuk utama produk ekspor ke pasar Eropa karena negara ini tergabung
                    dalam Uni Eropa. Sebaliknya, Turki bisa menjadikan pasar Indonesia sebagai
                    pintu masuk mereka ke pasar ASEAN.
                       Rachmat  Gobel  mengatakan,  berbagai  pembicaraan  dengan  dua
                    kementerian itu  akan disampaikan  ke kementerian atau  instansi terkait,
                    termasuk kepada Kementerian Luar Negeri agar bisa ditindaklanjuti. Bagi
                    Indonesia, posisi Turki sangat strategis dalam rangka memperluas ekspor
                    ke non-tradisional market, apalagi negara ini telah berhasil mengakselerasi
                    pertumbuhan ekonomi.
                       Rachmat Gobel menekan, ditengah situasi yang sulit dan ancaman middle
                    income trap, Indonesia harus bisa masuk ke level  high  economy dengan
                    produk  bernilai  tambah  tinggi. Kemitraan  dengan  Turki  bisa  menjadi
                    alternatif dan sekaligus memperluas pasar produk Indonesia.
                       “Turki adalah salah satu kekuatan ekonomi global dan sangat penting.
                    Dengan GDP saat ini US$ 780 miliar dan diproyeksi akan menjadi ekonomi
                    terbesar ke 12 dengan GDP sebesar US$ 2,9 triliun dalam beberapa tahun ke
                    depan, posisi negara ini akan menjadi  kian strategis bagi Indonesia,” kata
                    Rachmat Gobel.
                       Sementara itu, kunjungan ke perusahaan pupuk Eti Maden adalah untuk
                    menjajaki  peluang  kerjasama  pengembangan  pupuk  mikro  oleh industri


                                                       89
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112