Page 80 - E-MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK.
P. 80
8.Spesies berikut merupakan endemik Indonesia yang menghadapai ancaman
berupa perburuan adalah...
A. Anoa dan harimau
B. Padma raksasa dan burung cendrawasih
C. Komodo dan bunga bangkai
D. Tarsius dan bekantan
E. Trenggiling dan kayu eboni
9.Upaya konservasi in-situ lebih efektif diterapkan pada spesies endemik karena...
A. Spesies dapat dipindahkan dengan mudah ke tempat lain
B. Habitat aslinya menyediakan seluruh kebutuhan hidup secara alami
C. Biaya pengelolaan lebih murah dibandingkan konservasi eks-situ
D. Spesies tidak memerlukan interaksi dengan organisme lain
E. Tidak ada ancaman dari aktivitas manusia di habitat aslinya
10.Sebuah daerah penghasil tenun tradisional bergantung pada serat kapas lokal dan
pewarna alami dari tumbuhan. Ketika sebagian besar tanaman pewarna ditebang
untuk pembangunan, kualitas dan keberlanjutan produksi kain tradisional
terancam. Berdasarkan kondisi tersebut, langkah paling tepat untuk
mempertahankan fungsi keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang adalah...
A. Mengoptimalkan penggunaan pewarna sintetis sambil tetap
mempertahankan sebagian tanaman pewarna yang tersisa
B. Mengalihkan bahan baku serat ke tanaman lain yang lebih cepat tumbuh
tanpa mempertimbangkan fungsi ekologisnya
C. Mengembangkan program konservasi dan budidaya tanaman penghasil
serat serta pewarna alami secara terpadu dan berkelanjutan
D. Memusatkan produksi pada satu jenis serat unggulan agar efisiensi
meningkat
E. Mengurangi skala produksi kain tradisional agar tekanan terhadap sumber
daya alam menurun
67

