Page 6 - BUKU SAKU HARYANTI YUSPITA DEWI (2305112588)
P. 6
BAB 1:
PENDIDIKAN DAN HUMAN CAPITAL
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah proses yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi individu melalui
pembelajaran yang terarah dan bermakna. Dalam perspektif sosial, pendidikan juga menjadi sarana
untuk menciptakan interaksi antarindividu sebagai subjek yang setara, memperluas pemahaman
diri, dan meningkatkan kontribusi terhadap masyarakat.
Menurut John Dewey (1916), pendidikan didefinisikan sebagai:
1. Education is the process of living and not preparation for future living.
2. It involves continuous reconstruction of experiences to foster growth.
Artinya, pendidikan adalah:
1. Proses menjalani kehidupan yang nyata dan bukan hanya persiapan untuk kehidupan masa
depan.
2. Upaya rekonstruksi pengalaman secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan
individu.
Dalam pandangan UNESCO (2015), pendidikan adalah proses yang:
Bertujuan untuk memberdayakan individu agar mampu menjalani kehidupan yang
produktif dan bermakna.
Melibatkan lingkungan terkontrol yang didesain untuk memberikan pengaruh positif dalam
pengembangan kompetensi sosial, kognitif, dan emosional individu.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya mencakup pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga
pengalaman sosial yang memperkaya kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak individu.
Pendidikan membentuk perubahan permanen yang mencakup aspek kognitif, perilaku, dan nilai-
nilai yang relevan bagi kehidupan individu.
Ciri-ciri pendidikan yang dapat diidentifikasi meliputi:
a. Pendidikan memiliki tujuan, yaitu mengembangkan kemampuan individu untuk berkontribusi
pada kehidupan pribadi dan sosial.
b. Pendidikan melibatkan proses yang terencana, baik dalam memilih materi, metode, maupun
evaluasi.
1