Page 65 - MAJALAH 80
P. 65
KUNJUNGAN KERJA KOMISI X
Anggota dari daerah pemili- potensi yang ada seharusnya bisa mencari kepuasan, dan penasaran,
han Bali, Gede Pasek Suardika mendatangkan uang bagi daerah sehingga dia tertarik untuk kembali
mengatakan, wisata di Kalteng se- dan masyarakat. Seperti di Bali lagi,” katanya.
benarnya tidak kalah menarik jika semua bisa mendatangkan uang, Pada kesempatan tersebut,
dibandingkan dengan wisata di sehingga membuat sektor pariwi- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pari-
daerahnya yang merupakan salah sata di daerah tersebut maju. wisata Provinsi Kalteng Rudiansyah
satu tujuan wisata dunia. “Di sini tari-tariannya bagus, Iden mengeluhkan kecilnya ang-
Namun, katanya, karena per- kerajinannya indah dan budayanya garan untuk pemasaran, sehingga
jalanan ditempuh dalam waktu juga bagus sekali, tinggal promosi promosi untuk obyek wisata di
yang cukup lama tanpa ada tempat dan kreasi saja. Karena prinsipnya Kalteng tidak dapat dilakukan se-
untuk bersinggah, perjalanan ini yang namanya wisatawan itu, ingin cara maksimal.
jadi membosankan. berlibur dan mengeluarkan uang “Anggaran yang kami dapat
Diakuinya, menyusuri sungai dari apa yang mereka peroleh saat dari APBD untuk promosi belum
sambil melihat sekumpulan orang- bekerja sebelumnya, jadi bukan memadai, untuk itu kami sangat
utan yang ada di tepian Pulau Ka- berpikir mencari duit lagi saat ber- mengharapkan dukungan Komisi X
jang Kecamatan Bukit Batu dari pariwisata,” ujarnya. DPR untuk memajukan pariwisata
atas kapal wisata Susur Sungai Untuk itu dia mengusulkan, di Provinsi Kalteng,” ujarnya.
Lasang Teras Garu, itu merupakan buat wisata yang tidak ada di tem- Selain itu, katanya, kita juga
pengalaman langka dan jarang di- pat lain untuk dijual kepada wisa- belum optimal mengolah potensi
dapat di daerah wisata lainnya. tawan, Dalam hal ini, harus kreatif itu menjadi sebuah destinasi, yang
Menurut Gede, obyek wisata dan inovatif. berarti keterpaduan akses, atraksi,
ini akan lebih banyak diminati wi- “Ini tentunya perlu dukungan sarana-prasarana, fasilitas pendu-
satawan domestik maupun manca dari semua elemen masyarakat. kung, dan akomodasi menjadi satu
negara jika sepanjang perjalanan Dan prinsip pariwisata itu jangan kesatuan yang optimal. (tt) foto:
susur sungai ada tempat persing- buat orang ‘puas’. Bikin dia terus tt
gahan dan ada obyek yang dapat
dijual.
Saat memulai perjalanan,
mungkin wisatawan ini belum
merasakan kejenuhan itu, karena
dapat meilhat penangkaran orang-
utan. Namun setelah itu tidak ada
lagi yang menarik, kecuali hiburan
dan makan di kapal wisata. “Harus-
nya, ada semacam poin-poin pem-
berhentian yang bisa dijual dan
dijelaskan oleh tour-guidenya,”
kata Gede.
Dia menyarankan, harusnya
banyak momen yang bisa dijual dari
perjalanan yang cukup lama ini.
Hal ini bisa dilakukan dengan per
setiap 40 menit bisa mampir meli-
hat obyek wisata alam atau tempat
penangkaran hewan-hewan.
Sehingga dengan demikian wi-
satawan tidak bingung dan jenuh.
“Kalau biasa-biasa saja seperti ini,
tentu bisa membosankan. Karena
kita hanya melihat tepian sungai
dan orangutan selama berjam-
jam,” kata politisi Fraksi Partai De-
mokrat ini.
Gede menambahkan, semua
5
6
6 | PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 | 65
6 | PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 || PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 |
TH. XLI, 2010 |
ARIA |
|
Edisi 80
ARLEMENT
P

