Page 57 - MAJALAH 152
P. 57
tersebut dalam Working Group 3 yakni
Pelaksanaan Konvensi Internasional
mengenai Perdagangan Flora dan Fauna
yang Hampir Punah (Convention on
International Trade on Endangered
Species of Wild Flora and Fauna).
Pembahasan ini merupakan hasil kerja
sama yang telah dijalin oleh AIPA dengan
ASEAN Wildlife Enforcement Network
(ASEAN-WEN).
Wakil Ketua BKSAP, Juliari
Batubara menyatakan bahwa hal ini juga foto : Arief/iw
merupakan wujud nyata AIPA membahas
isu kelautan dalam upaya pencapaian Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memberikan rekomendasi kepada Sekjen AIPA
Goal 14 dari Sustainable Development Goals non-tradisional. diketahui pula bahwa perdagangan satwa
(SDGs) yakni Conserve and sustainable use the Pembicara lainnya adalah H.E. Dr. dan tumbuhan terancam juga bersifat
oceans, seas and marine resources for sustainable Marty Natalegawa (Mantan Menteri Luar lintas batas di kawasan ASEAN.
development. Pemanfaatan dan kerja sama Negeri RI) untuk berbicara isu Resolusi Dalam pembahasan, DPR RI
dalam mengelola sumber daya kelautan Konflik. Beliau menyampaikan relevansi dan Parlemen Singapura mendukung
sangat penting bagi kehidupan dan terkait ASEAN sebagai organisasi regional yang usulan Thailand untuk pembentukan
erat dengan keamanan pangan, lapangan juga memajukan penyelesaian konflik Satuan Tugas (Satgas) Khusus di AIPA
kerja, dan pertumbuhan ekonomi di secara damai. untuk penanganan perdagangan Flora
kawasan Asia Tenggara. Sidang juga membahas dan Fauna yang hampir punah. Satgas
Pada kesempatan ini, hadir pula perkembangan Convention on International Khusus ini akan mendukung kerja
2 pembicara yakni Dr. Arif Havas Trade on Endangered Species of Wild Flora ASEAN Working Group on CITES and
Oegroseno (Deputi Kedaulatan Maritim and Fauna ( CITES) pada Working Group 3. Wildlife Enforcement (AWG CITES-WE)
Kementerian Koordinator Maritim) yang Para Delegasi telah melaporkan beberapa dalam kerangka kerja lembaga legislatif.
berbicara mengenai isu Regional Maritime perkembangan pelaksanaan CITES dan Selain ketiga isu tersebut, DPR
Cooperation mengingat 80% kawasan menyampaikan bahwa telah ada beberapa dilaksanakan pula sebuah sesi khusus
Indonesia terdiri dari laut. Dr. Arif mekanisme nasional yang dibangun terkait keorganisasian AIPA. Hal ini
menyoroti tantangan di bidang kelautan untuk memastikan pelaksanaan CITES. dipandang perlu mengingat sejak 40
baik yang bersifat tradisional maupun Dalam pembahasan Working Group 3, tahun berdiri, AIPA, masih memiliki
keterbatasan dalam merespon situasi
global dan regional. Sidang menyepakati
sejumlah rekomendasi untuk dibawa
ke Sidang Umum AIPA diantaranya
adalah: untuk mengembangkan AIPA
menjadi mitra sejajar ASEAN; untuk
mendorong mekanisme baru di luar
mekanisme regular yang dapat secara
efektif merespon perkembangan dan
situasi urgen di kawasan; mereformasi
sekretariat AIPA; menstandarisasi
prosedur pelaksanaan dan pengawasan
atas implementasi resolusi AIPA di level
foto : Eka/iw nasional. n
Delegasi DPR pada sidang AIPA menandatangani rekomendasi AIPA Caucus ke 9
Edisi : 152 TH. XLVII 2017 n PARLEMENTARIA | 57

