Page 55 - MAJALAH 152
P. 55
meninggalkan fuel dan batubara dengan
menguatkan energi baru dan terbarukan
seperti Gothermal (panas bumi),
hidro dan arus laut, serta panel surya,”
paparnya.
Menurut Agus, untuk panel surya
diakuinya sangat dibutuhkan bagi
masyarakat perbatasan dan juga yang
minim akses infrastruktur.
Menyinggung riset Panas Bumi,
lanjut Agus, kedatangan delegasi untuk
belajar dalam mengelola riset geothermal
yang memiliki standar dunia. Karena itu
kita juga pernah mengunjungi Selandia
foto : Sugeng/iw Baru dan sekarang mengunjungi Iceland
Geothermal (ISOR) di Islandia.
“Memang kita belum punya
riset geothermal karena itu kita akan
ini berfokus pada kegiatan eksplorasi terbarukan (EBT) khususnya Panas bangun embrio pusat riset geothermal.
sampai dengan pengeboran eksplorasi Bumi. Pasalnya, potensi energi panas Untuk ISOR sendiri merupakan pusat
yang kemudian data yang diperoleh bumi mencapai 30 Giga Watt namun penelitian panas bumi yang cukup
dari kegiatan ini akan menjadi dasar baru lima persen saja energi panas bumi besar dulu dibawah pemerintah pusat
dokumen tender Wilayah Panas Bumi yang digarap yaitu sekitar 1700 MW. sekarang telah dikelola oleh pemerintah
(GWA). “Pemerintah harus lambat laun daerah setempat,”ujarnya.
“Kami yakin akan ada proses Selain berkunjung ke sentra-sentra
pembelajaran untuk semua institusi yang “Memang kita panas bumi, di Islandia delegasi DPR
terlibat dalam program tersebut, seperti RI juga mengunjungi Konsul RI dan
Direktorat Jenderal Konservasi Baru, belum punya riset melakukan pertemuan dengan Warga
Terbarukan dan Energi, Badan Geologi, geothermal karena Negara Indonesia yang bermukim
dan PT. Sarana Multi Infrastruktur disana.
(SMI). selain itu, Kami juga berharap, itu kita akan bangun Delegasi juga mengadakan
semua anggota yang terlibat dalam embrio pusat pertemuan dengan Speaker of the
program ini akan menjadi ahli nasional Parliament of Icelandic Unnur Bra
yang terbentuk sebagai Pusat Riset riset geothermal. Konraosdottir, serta mengadakan
Panas Bumi Indonesia ke depannya, Untuk ISOR sendiri courtesy call dengan Presiden
serupa dengan ISOR pada periode Islandia H.E Guoni Th. Johannesson,
1970-1980,” papar Agus merupakan pusat dilanjutkan kunjungan ke United
Dia menambahkan, tujuan dari penelitian panas bumi Nations University Geothermal
kunjungan ini adalah untuk belajar Training Programme (UNU-TGP),
bagaimana Pemerintah Islandia yang cukup besar dulu kemudian dilanjutkan dengan meninjau
mengelola pusat penelitian dalam dibawah pemerintah United Nations University Fisheries
mengembangkan Panas Bumi dan Training Programme (UNU-FTP) dan
memaksimalkan penggunaan energi pusat sekarang melihat Industri Perikanan HB Grandi
Panas Bumi (langsung dan tidak telah dikelola oleh di Islandia.
langsung). Dari Islandia, kunjungan dilanjutkan
Selanjutnya, politisi Partai pemerintah daerah Ke Denmark untuk bertemu langsung
Demokrat ini mendesak pemerintah setempat” dengan Pihak KBRI Denmark dan
memprioritaskan energi baru dan WNI yang bermukim di Denmark. n(si)
Edisi : 152 TH. XLVII 2017 n PARLEMENTARIA | 55

