Page 77 - MAJALAH 139
P. 77

keadaan darurat tersebut pemerintah
                                                                                Turki mendapatkan legitimasi konsti-
                                                                                tusional untuk mengeluarkan dekrit
                                                                                dan mengeluarkan kebijakan yang
                                                                                me miliki  kekuatan  hukum  tanpa
                                                                                harus melakukan pembahasan atau
                                                                                mendapatkan persetujuan terlebih
                                                                                dahulu oleh Parlemen. Sebelumnya,
                                                                                pada kondisi normal, dalam undang-
                                                                                undang Turki mengatur bahwa
                                                                                untuk kebijakan tertentu pemerintah
                                                                                foto : thestar.com/iw  parlemen.
                                                                                harus mendapatkan persetujuan dari
                                                                                   Saat  ini,  parlemen  Turki  sedang
                                                                                menghadapi perbedaan pendapat
                                                                                yang tajam terkait pembahasan usulan

                                                                                hukuman  mati yang telah  dicabut
            Masyarakat turun ke jalan mengutuk kudeta yang dilakukan militer Turki  pemerintah tentang pelegalan kembali
                                                                                pada tahun 2004 karena pemerintah
            diwakili oleh Republican People’s Party   pemerintahan resmi dibawah Presiden   Turki berencana menjatuhkan
            (CHP) sebanyak 133 kursi. Mereka   Erdogan, namun pada pelaksanaannya   hukuman mati bagi terdakwa pelaku
            terpilih melalui sistem proporsional   upaya tersebut gagal karena berbagai   kudeta. Pencabutan hukuman
            dari 85 daerah pemilihan untuk empat   penyebab, salah satunya adalah tidak   mati tersebut harus mendapatkan
            tahun masa jabatan. Partai yang berhak   adanya dukungan dari masyarakat   persejutuan parlemen Turki karena
            mendapatkan kursi di Parlemen harus   Turki, bahkan partai oposisi yang   kewenangannya untuk membuat
            melewati ambang batas  parlemen   selama  ini  terkenal  keras  terhadap   undang-undang dan menetapkan
            (parliamentary threshold) sebesar   pemerintahan pun juga menolak aksi   konstitusi. Usulan ini  mendapat
            minimal 10% dari total suara nasional.  kudeta tersebut.            tentangan dari berbagai pihak
               Secara  umum Parlemen  Turki      Merespon kejadian luar biasa   baik internal Turki maupun dunia
            terdiri dari dua komisi, komisi yang   tersebut pemerintah Turki pun   internasional terlebih otoritas Uni
            bersifat tetap dan sementara. Terdapat   mengeluarkan berbagai kebijakan   Eropa (UE) yang bahkan mengancam
            18 komisi yang bersifat tetap dengan   untuk menciptakan suasana yang   akan menghambat Turki bergabung
            ruang lingkup yang spesifik untuk   kondusif dan terkendali. Parlemen   dengan UE. Hal tersebut karena
            masing-masing komisi, antara  lain:   Turki pun juga mengeluarkan kebi-  UE menganggap hukuman mati
            Komisi Konstitusi, Komisi Hukum,   jakan-kebijakan strategis untuk   melanggar hak asasi manusia.
            Komisi Pertahanan Nasional, Komisi   mendukung hal tersebut, diantaranya,   Selain itu parlemen Turki juga harus
            Luar Negeri, Komisi Harmonisasi   pada keesokan harinya tanggal 16   dihadapkan dengan pro-kontra yang
            dengan Uni Eropa dan Komisi untuk   Juli 2016, Parlemen Turki melakukan   menganggap bahwa pemerintahan
            Persamaan Hak Perempuan dan       Sidang Istimewa yang salah satu   presiden Erdogan mencoba meman-
            Laki-laki. Dari 18 komisi tersebut   hasilnya adalah kesepakatan empat   faatkan situasi pasca percobaan kudeta
            untuk pengalokasian jumlah anggota   partai parlemen (Partai Keadilan dan   ini untuk memperkuat posisi politiknya,
            tergantung kepada seberapa banyak   Pembangunan, Partai Rakyat Republik,   sehingga beberapa kebijakan
            jumlah kursi yang dimiliki oleh partai   Partai Gerakan Nasionalis, dan Partai   pemerintah dinilai tidak sejalan
            politik, hanya ada dua komisi yang   Demokrat Rakyat) untuk mendukung   dengan prinsip-prinsip demokrasi
            secara spesifik jumlahnya diatur oleh   langkah pemerintah dalam menangani   yang selama ini dijunjung oleh Turki,
            Konstitusi, yaitu Komisi Perencanaan   situasi krisis akibat percobaan kudeta   mulai dari usulan pelegalan kembali
            dan Anggaran sebanyak 40 orang,   tersebut. Selain itu, parlemen Turki   hukuman mati sampai dengan upaya
            dan Komisi Badan Usaha Publik     juga bekerja keras untuk membahas   perubahan konstitusi. Berdasarakan
            sebanyak 35 orang. Sementara itu,   berbagai usulan pemerintah terkait   penjelasan di atas, parlemen Turki
            untuk komisi yang bersifat sementara   dengan pemulihan situasi pasca   mempunyai peran yang sangat
            (ad-hoc) adalah  Parliamentary    kudeta di Turki, salah satunya adalah   strategis dalam upaya pengembalian
            Inquiry Committee dan Parliamentary   pembahasan tentang kondisi darurat   kondisi Turki pasca percobaan
            Investigation Committee (Turkish   dan usulan penjatuhan hukuman mati   kudeta. Peran yang dimaksud adalah
            Grand National Assembly: 2016).   bagi pelaku kudeta.               selain mengupayakan Turki kembali
                                                 Pada 21 Juli 2016, melalui perde-  kondusif dan terkendali, Parlemen
            Parlemen Turki dan Kebijakan      ba tan yang panjang antar fraksi di   Turki juga diharapkan mampu menjadi
            Penanganan Kudeta                 parlemen, akhirnya parlemen Turki   penyeimbang pemerintah melalui
               Pada hari Jum’at, 15 Juli 2016 terjadi   menyetujui pelaksanaan keadaan   kewenangan konstitusionalnya,
            upaya kudeta yang dilakukan oleh   darurat  nasional  selama tiga bulan   sehingga nilai-nilai demokrasi di
            salah satu faksi Militer Turki terhadap   yang diajukan oleh pemerintah. Dalam   Turki bisa tetap dipertahankan. n



                                                                         PARLEMENTARIA l  EDISI 139 TH. XLVI - 2016  l  77
                                                                                                               77
   72   73   74   75   76   77   78   79   80