Page 74 - MAJALAH 182
P. 74
KIAT SEHAT
Waspada Leptospirosis
Pasca Banjir
Oleh Mathilda Abigail Irianti, S.Ked,
Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, urin ke lingkungan. Reservoir
Bengkulu, Kepulauan Riau, dan yang tahan terhadap infeksi
Sulawesi Selatan. bakteri Leptospira tikus got (Rattus
Pada keadaan banjir besar di Norvegicus) kebun/ladang (Rattus
Indonesia di bulan Januari 2002 exulans) akan menjadi sumber
terjadi wabah Leptospirosis penularan pada manusia dan
terutama di Jakarta. Kegiatan hewan. Sedangkan tikus yang
Leptospirosis terjadi di serosurvei telah dilakukan peka terhadap infeksi bakteri
berbagai belahan dunia tetapi pada binatang saat terjadi Leptospira yaitu tikus rumah asia
(Rattus tanezumi), tikus got (Rattus
banjir di tahun 2002, hasilnya
pada umumnya di wilayah memperlihatkan tingkat norvegicus), dll.
tropis dan subtropis dengan seropositif yang tinggi di antara
curah hujan yang tinggi. binatang peliharaan sebagai
Leptospirosis merupakan reservoir infeksi seperti kucing,
anjing, dan ternak sapi, dengan
penyakit endemis di sejumlah demikian risiko infeksi pada
negara bahkan di dunia yang manusia tinggi.
memiliki distribusi musiman
dan meningkat dengan adanya FAKTOR DAN PENYEBAB
Leptospirosis disebabkan oleh
peningkatan curah hujan atau organisme pathogen dari genus
peningkatan temperatur. Leptospira yang termasuk dalam
ordo Spirochaeta dalam Famili
Trepanometaceae. Hampir semua
ejumlah Negara di spesies mamalia dapat menjadi
wilayah Asia Tenggara tempat berkembangnya Leptospira
telah melaporkan adanya di dalam ginjalnya dan bertindak Risiko manusia terinfeksi
kasus Leptospirosis dari sebagai sumber infeksi untuk tergantung pada paparan
Swaktu ke waktu dan manusia dan hewan lainnya. terhadap faktor risiko. Beberapa
sebagian besar negara di wilayah Biasanya yang menjadi reservoir manusia memiliki risiko tinggi
Asia Tenggara merupakan wilayah untuk Leptospira adalah sapi, terpapar Leptospirosis karena
endemis Leptospirosis. Pada tahun kerbau, kuda, domba, kambing, pekerjaannya, lingkungan dimana
2007, terjadi peningkatan kasus babi, anjing dan hewan pengerat. mereka tinggal, atau gaya hidup.
Leptospirosis pada manusia, Tikus merupakan binatang yang Kelompok pekerjaan utama yang
dilaporkan sebanyak 667 kasus pertama kali dikenali sebagai berisiko yaitu petani, pekerja
dan 93% hasil laboratorium reservoir Leptospirosis, yaitu perkebunan, petugas pet shop,
konfirmasi dengan angka dapat menularkan Leptospira peternak, petugas pembersih,
kematian 8%. Pada tahun 2010 seumur hidup mereka tanpa saluran air, pekerja pemotongan
kasus Leptospirosis di Indonesia menunjukan manifestasi klinis. hewan, pengolah daging, dan
dilaporkan sebanyak 410 kasus Mereka dicurigai sebagai sumber militer. Kondisi lain yang
dengan 46 kasus kematian utama infeksi pada manusia. memiliki risiko tinggi terinfeksi
(CFR 11, 2%). Kasus tersebut Leptospirosis di Indonesia Leptospirosis yaitu bencana alam
ditemukan di delapan (8) provinsi terutama disebarkan oleh tikus seperti banjir dan peningkatan
: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa yang melepaskan bakteri melalui jumlah manusia yang melakukan
PARLEMENTARIA EDISI 182 TH. 2020
74 74 PARLEMENTARIA EDISI 171 TH. 2019

