Page 91 - Stabilitas Edisi 191 Tahun 2022
P. 91
2022 hingga 2026,” kata Andriano. kurang tangguh. Ambil contoh, saham PT
Aksi SIG yang akan mengakuisisi Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Semen Baturaja dinilai positif oleh Analis yang sejak awal tahun masih terkoreksi
Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi. 15,70 persen. Saham PT Solusi Bangun
Akuisisi 75,5 persen saham SMBR dinilai Indonesia Tbk (SMCB) terkoreksi hingga
Yosua akan memberikan SMGR tambahan 14,50 persen. Bahkan, saham PT Semen
fasilitas pabrik semen di Sumatra bagian Baturaja Tbk (SMBR) tergerus hingga 26,45
selatan. persen dari awal tahun alias secara year-
Tambahan kapasitas produksi 3,85 to-date (ytd). Hanya saham PT Semen
juta ton per tahun dari SMBR akan Indonesia Tbk (SMGR) Yang sejak awal
mendongkrak total kapasitas terpasang tahun menguat 10,69 persen.
SMGR menjadi 56,5 juta ton per tahun. Analis MNC Sekuritas Herditya
Ini setara dengan 50,2 persen dari total Wicaksana menilai, secara teknikal saham
kapasitas nasional. emiten semen masih berada pada fase
Hal ini akan makin mengukuhkan downtrend. Namun demikian, jika melihat
SMGR sebagai pemimpin pasar (market dalam time frame yang lebih pendek,
leader) di industri semen nasional. Posisi beberapa emiten semen seperti SMGR dan
SMGR makin mengungguli dari pesaing INTP diperkirakan sedang berada di awal
terdekatnya, yakni INTP. “Tingginya skala fase uptrend-nya.
ekonomi ini dapat dimanfaatkan SMGR Namun, emiten semen dinilai
untuk menjaga pasokan batubara dengan Yosua Zisokhi, Analis Samuel masih punya prospek menarik. Analis
harga domestic price obligation (DPO) Sekuritas Indonesia BRI Danareksa Sekuritas Muhammad
serta mengontrol harga jual semen,” kata Naufal Yunas mempertahankan rating
Yosua. overweight di sektor semen dengan
mempertimbangkan tiga faktor.
Kinerja variatif Pertama, INTP dan SMGR
Pada periode Januari hingga Posisi SMGR makin mendapatkan kembali pangsa pasar
September tahun 2022, SIG secara mengungguli dari pesaing mereka seiring kebijakan normalisasi
konsisten berhasil mencatatkan perang harga. Pangsa pasar SMGR dan
peningkatan kinerja di tengah tantangan terdekatnya, yakni INTP. INTP pada bulan September masing-
persaingan industri yang tinggi serta “Tingginya skala ekonomi masing sebesar 46,6 persen dan 26,1
kenaikan harga bahan bakar dan energi. persen. Market share ini lebih tinggi dari
EBITDA absolut tercatat 0,6 persen lebih ini dapat dimanfaatkan market share di Juni 2022, yang masing-
tinggi menjadi Rp5,73 triliun dan marjin masing sebesar 45,8 persen dan 25,1
EBITDA meningkat 0,1 persen menjadi SMGR untuk menjaga persen
22,7 persen. Laba bersih tahun berjalan pasokan batubara dengan Kedua, ekspektasi adanya badan
yang dapat diatribusikan kepada pemilik layanan umum (BLU) mulai tahun
entitas induk naik 18,9 persen menjadi harga domestic price depan, dimana penerapan BLU batubara
Rp1,65 triliun, dan marjin laba bersih akan menjamin semua pelaku semen
meningkat 1,0 persen menjadi 6,5 persen obligation (DPO) serta mendapatkan akses yang sama terhadap
dibandingkan tahun lalu. mengontrol harga jual batubara dengan harga terjangkau.
Hingga September 2022, SIG berhasil Ketiga, valuasi INTP dan SMGR yang tidak
menekan emisi karbon sebesar 2,1 persen semen. mahal.
dibandingkan periode yang sama tahun Naufal memproyeksikan, penjualan
lalu, yang dikontribusikan dari penurunan semen pada tahun ini akan terkoreksi
clinker factor sebesar 1 persen, dan 1,7 persen secara tahunan alias :(YoY).
peningkatan TSR sebesar 1.6 persen. Naufal memperkirakan penjualan di
Secara umum, hampir sema emiten bulan Oktober akan lebih tinggi daripada
semen membukukan perbaikan kinerja di bulan September, namun penjualan
sepanjang periode Sembilan bulan di bulan November dan Desember akan
pertama 2022. Namun, saham emiten mengalami penurunan.*
semen menunjukkan performa yang
www.stabilitas.id Edisi 191 / 2022 / Th.XVIII 91

