Page 229 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 229

Aristiono Nugroho dkk.
             kepemilikan  tanah.  Hasil  pengamatan  petani  kemudian memicu
             kesediaan petani, untuk: (1) menghadiri sosialisasi, (2) berpartisipasi
             dalam sosialisasi, (3) menyiapkan alat bukti, (4) mengumpulkan data
             lapangan, (5) merespon pengumuman, dan (6) menerima sertipikat
             hak atas tanah.
                   Saat para petani  berinteraksi  dengan petugas  kantor
             pertanahan,  mereka membangun kepercayaan  dan hubungan.
             Para petani percaya terhadap motif, tindakan dan perilaku petugas
             kantor pertanahan,  serta  ketepatan dan relevansinya.    Para petani
             dan petugas kantor pertanahan juga membangun hubungan, berupa
             hubungan  formal,  semi  formal, dan  personal  yang  terkait dengan
             pelaksanaan;  serta  hubungan  personal  yang tidak terkait  dengan
             pelaksanaan tugas.
                   Akhirnya transmisi  nilai-nilai  pertanahan  dapat terlaksana,
             yang wujudnya berupa penghentian transmisi nilai-nilai pertanahan
             masa lalu, dan melakukan transmisi nilai-nilai pertanahan masa kini.
             Penghentian  transmisi nilai-nilai  pertanahan masa lalu  dilakukan
             dengan  memperhatikan  maksud, alasan,  prasyarat,  prospek,  dan
             prosesnya.  Selanjutnya,  transmisi nilai-nilai  pertanahan masa kini
             juga dilakukan dengan  memperhatikan  maksud, alasan,  prasyarat,
             prospek, dan pelaksanaannya.

                   Transmisi nilai-nilai  pertanahan menghasilkan  aktivitas,  yang
             melindungi kepemilikan bidang tanah para petani, sehingga bermanfaat
             bagi diri  petani  yang  bersangkutan, dan orang  lain.  Kepemilikan
             bidang  tanah  petani  dapat  dilindungi,  saat  para  petani  menyadari
             bahwa kepemilikan bidang tanah merupakan sesuatu yang urgen, dan
             prasyaratnya terpenuhi. Hal ini sekaligus memperlihatkan prospeknya
             yang  baik,  terutama  setelah diterbitkan  sertipikat  hak atas  tanah.
             Kepemilikan bidang tanah yang semakin kuat, selain bermanfaat bagi
             diri petani yang bersangkutan, juga bermanfaat bagi: (1) tetangga batas,
             (2) sesama petani, (3) masyarakat desa, serta (4) pemerintah desa.

      210                                                                                                                                                    211
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234