Page 228 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 228

Penutup
             Ketiga, memberi  informasi kepada  para  petani, bahwa  tindakan
             dan perilaku tersebut sangat bernilai bagi diri sendiri dan pihak lain,
             sehingga para petani  terdorong  untuk  mengulangi  tindakan  dan
             perilaku tersebut; Keempat, membuka kesempatan bagi terjadinya
             pertukaran kembali (re-exchange) manfaat  yang  diperoleh,  ketika
             petugas kantor pertanahan dan petani melakukan interaksi; Kelima,
             penilaian bagi tindakan atau perilaku para petani tidak selalu bersifat
             ekonomi  (perbandingan  cost  and  benefit)  melainkan  dapat  pula
             bersifat subyektif, misalnya yang  terkait dengan perlindungan hak
             atas tanah; Keenam, mendorong para petani agar tetap melakukan
             tindakan atau perilaku yang relevan dengan nilai-nilai pertanahan,
             sehingga mereka dapat terus menerus memperoleh reward, berupa
             jaminan atau  perlindungan  hukum,  yang  terkait dengan  hak atas
             tanahnya.
                   Saat hasil pemahaman teoritis tersebut dipertemukan dengan
             fakta lapangan  diketahui, bahwa  transmisi nilai-nilai  pertanahan
             secara  faktual  berbasis  pada  petugas  kantor  pertanahan  dan  para
             petani, serta interaksi petugas kantor pertanahan dengan para petani.
             Ketika para petugas kantor pertanahan melakukan transmisi nilai-
             nilai  pertanahan,  mereka memiliki motif,  berupa: (1)  pelaksanaan
             tugas, (2) tunduk pada ketentuan, dan (3) memberi manfaat. Motif
             ini diwujudkan dalam bentuk tindakan dan perilaku, yang sesuai: (1)
             tuntutan  tugas, (2) batasan ketentuan,  dan (3)  kebutuhan  petani.
             Tindakan  dan perilaku petugas  kantor pertanahan,  yang  dibekali
             motif yang kuat ini, akhirnya menghasilkan tindakan dan perilaku
             yang tepat dan relevan.

                   Sementara itu, para petani juga memiliki motif saat menerima
             transmisi  nilai-nilai  pertanahan,  yaitu agar dapat:  memperjelas,   BAB IV
             melindungi,  dan memanfaatkan kepemilikan  tanah.  Motif ini
             mendorong para petani, untuk mengamati: (1) isi dan pelaksanaan
             sosialisasi, (2) pelayanan petugas kantor pertanahan, dan (3) prospek


 208                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   209
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233