Page 227 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 227

Aristiono Nugroho dkk.
             adalah  tindakan atau  proses  pengalihan dengan  motif  yang  kuat
             atau  memiliki  daya.  Dengan  demikian  “transmisi”  dalam  konteks
             pemberdayaan petani oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan
             adalah: (1) proses pengalihan dengan motif yang kuat pada diri para
             petani yang terkait dengan pertanahan; (2) yang berlangsung setelah
             para  petani  memperoleh  ide atau gambaran  perilaku dari  petugas
             kantor pertanahan  melalui proses pengamatan atau pembelajaran;
             sehingga (3) cakupannya meliputi setiap komunikasi antar personal
             yang  memberi  dampak apapun,  mulai dari  pembuatan  keputusan
             hingga penyebaran ide dan difusi budaya.

                   Transmisi  nilai-nilai  pertanahan berlangsung ketika Kantor
             Pertanahan Kabupaten Magetan melakukan tindakan dan komunikasi
             dengan  petani, dengan  memanfaatkan  xinyong  (kepercayaan) dan
             guanxi  (hubungan  pribadi). Sebagaimana  diketahui,  tiap individu
             petani memiliki perbedaan dalam hal kemampuannya untuk belajar
             dari petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan, tetapi hal ini
             tidak menyurutkan ikhtiar kantor pertanahan dalam memberdayakan
             petani.  Para  petugas  kantor  pertanahan  berupaya  memanfaatkan
             modal  sosial  yang ada di  suatu desa, agar dapat  memberdayakan
             petani melalui transmisi nilai-nilai pertanahan.
                   Upaya petugas kantor pertanahan ini dapat difahami dengan
             memanfaatkan Teori Pertukaran Sosial, yang selanjutnya diketahui
             bahwa dalam konteks transmisi nilai-nilai pertanahan, petugas kantor
             pertanahan memperoleh kesempatan:  Pertama, mengkonstruksi
             tindakan  atau  perilaku  petani  yang  relevan dengan  nilai-nilai
             pertanahan,  dengan  menginformasikan adanya  reward (ganjaran
             atau  manfaat)  atas  tindakan  atau  perilaku  tersebut  bagi  petani,
             agar petani berkenan mengulangi tindakan atau perilaku tersebut;
             Kedua,  memberi  informasi kepada  para  petani,  bahwa mereka
             mendapat reward terus menerus berupa perlindungan hak atas tanah,
             bila terus  menerus  mengulangi tindakan  atau  perilaku tersebut;


      208                                                                                                                                                    209
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232