Page 222 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 222
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
desa ini, dalam bingkai dan sekaligus basis kesejahteraan.
Oleh karena itu, para petani, kelompok tani, gapoktan,
dan perangkat desa perlu belajar dari petani di Kecamatan
Plaosan, yang sukses menjadi petani sayuran. Hasil panen
yang tiap tahun selalu didominasi oleh padi dan jagung, pada
tahun-tahun mendatang ditambah dengan sayuran yang
ditanam di pekarangan.
Pemanfaatan pekarangan oleh petani merupakan bentuk
kreativitas, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan, dan
basis mewujudkan harmoni sosial. Walau tanah sawah yang
menghasilkan padi, jagumg, dan kedelai sudah dikenal oleh
para petani, tetapi mereka perlu didorong agar berkenan
memanfaatkan pekarangan. Nilai-nilai pertanahan masa
kini mewajibkan petani, untuk memanfaatkan secara
optimal bidang tanah yang dimilikinya. Transmisi nilai-nilai
pertanahan pada para petani yang telah berlangsung selama
ini, merupakan instrumen bagi pemanfaatan pekarangan,
bagi terpenuhinya keinginan pemerintah desa untuk
menjadikan desa ini sebagai sentra sayur mayur.
Sarbini, S.T. menambahkan, bahwa keinginan BAB III
menjadikan desanya sebagai sentra sayur mayur, telah diawali
dengan upaya memberi jaminan kepastian hukum atas
bidang-bidang tanah yang dimiliki petani. Dari 1.640 bidang
tanah yang ada di desa ini, tahun 2014 sebanyak 1.313 bidang
telah diusulkan untuk diikutsertakan dalam PRONA. Tetapi
PRONA baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015, dengan
jumlah bidang tanah yang dapat diikutsertakan sebanyak
700 bidang. Setelah sertipikasi tanah sebanyak 700 bidang
berhasil, maka dukungan dinas terkait dapat dihadirkan
untuk meningkatkan pendapatan petani.
Sementara itu, berdasarkan data hasil PRONA diketahui
202 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 203

