Page 221 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 221
Aristiono Nugroho dkk.
yang diterima petani sangat relevan dengan keberadaan
1.624 bidang tanah yang dimiliki oleh masyarakat (petani),
dan 16 bidang tanah kas desa. Relevansi semakin jelas,
ketika diketahui bahwa luas kepemilikan tanah oleh petani
sangat bervariasi, mulai dari yang memiliki tanah seluas 1
Ha, meskipun berupa sawah tadah hujan, hingga yang tidak
memiliki tanah.
Kepemilikan tanah yang bervariasi di kalangan petani
Desa Banjarpanjang, dari yang luasnya 1 Ha hingga yang tidak
memiliki tanah, ternyata tidak merusak kedekatan di antara
mereka. Para petani yang berbeda luas kepemilikan tanah ini,
dekat secara spasial dan sosial. Mereka dekat secara spasial,
karena berada di satu desa yang sama, yang wilayah desanya
tidak terlalu luas. Selain itu, mereka dekat secara sosial,
karena selama ini berinteraksi dan berkomunikasi secara
intens. Oleh karena kedekatan secara spasial dan sosial inilah,
maka para petani lebih mudah mewujudkan harmoni sosial.
Upaya mewujudkan harmoni sosial mendapat
dukungan dari Pemerintah Desa Banjarpanjang, dengan cara
mendukung pengembangan usaha kecil, karena pemerintah
desa percaya bahwa ada hubungan antara harmoni sosial
dengan kesejahteraan. Oleh karena itu, pemerintah desa
ingin mengembangkan tanaman sayuran di desa ini, agar
desa ini menjadi sentra sayur mayur di Kabupaten Magetan.
Keinginan ini muncul, sebab pemerintah desa mengetahui,
bahwa tanah di desa ini cocok untuk tanaman sayur mayur,
meskipun cuaca kadang harus diatasi dampaknya.
Ketika sentra sayur mayur dapat diwujudkan di desa
ini, maka para petani Desa Banjarpanjang akan menikmati
peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Hal ini penting
dilakukan sebagai ihtiar bagi terwujudnya harmoni sosial di
202 203

