Page 216 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 216
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
dan pengairan. Kesempatan menentukan adanya peluang
bagi petani melakukan upaya, untuk memenuhi kebutuhan
air tanah yang digunakan bagi ¼ wilayah desa. Peluang
dibangun ketika para tokoh saling berkomunikasi membahas
kebutuhan air tanah, serta mendapat dukungan dari sebagian
besar petani yang berada di wilayah sasaran. Dukungan
semakin lengkap, ketika pemerintah desa turut mendukung,
dan diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Magetan.
Selain optimalisasi tanah sawah melalui pengairan,
pengadaan sumur, dan pipanisasi; Pemerintah Desa
Banjarpanjang juga berencana, untuk membangun lumbung
desa, yang dimaksudkan untuk meminjamkan padi kepada
masyarakat, bila musim paceklik tiba, yang bertujuan
membangun ketahanan pangan desa. Oleh karena itu, luas
sawah tadah hujan di desa ini yang sebesar 157 Ha, dan yang
beririgasi setengah teknis seluas 30 Ha harus dimanfaatkan
sebaik-baiknya.
Ide tentang lumbung desa tidak mungkin muncul, bila
petani dan masyarakat desa pada umumnya hidup dalam
suasana disharmoni sosial. Oleh karena itu, dapat difahami BAB III
bahwa harmoni sosial merupakan sasaran spesifik, agar
petani mendapat kesempatan meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan. Pada situasi semacam ini pemerintah
desa memiliki fungsi penting, yaitu sebagai pihak yang
menstimulus kehadiran harmoni sosial. Fungsi ini dijalankan
oleh pemerintah desa melalui cara-cara yang berkaitan
dengan interaksi, komunikasi, serta transmisi informasi dan
berbagai nilai (values). Hasil pelaksanaan fungsi pemerintah
desa mewujud dalam bentuk terciptanya harmoni sosial di
desa yang bersangkutan, yang dalam hal ini adalah Desa
Banjarpanjang.
196 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 197

