Page 215 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 215

Aristiono Nugroho dkk.
                        Peningkatan pendapatan  dan  kesejahteraan petani
                    merupakan  keinginan yang  telah ada sejak  lama dan  terus
                    tumbuh, seiring situasi harmoni sosial desa yang juga terus
                    berkembang. Harmoni sosial tidak boleh hanya diwujudkan
                    secara berkala, melainkan harus  diwujudkan  secara  terus
                    menerus, sedikit  demi  sedikit,  tetapi  terus  berkembang.
                    Perkembangan pesat  harmoni sosial,  menjadi modal sosial
                    para petani  dalam  meningkatkan pendapatan.  Pandangan
                    ini melekat dalam benak dan pikiran para petani, sehingga
                    bersama-sama dengan  pemerintah desa,  mereka  berupaya
                    mewujudkannya.

                        Sarbini, S.T.  menambahkan,  bahwa  dahulu  sebagian
                    besar sawah di desa ini berupa sawah tadah hujan, kemudian
                    dibuatlah sumur dangkal (dengan kedalaman 60 meter) dan
                    sumur dalam (dengan kedalaman 150 meter) melalui P2AT
                    (Program Pengadaan Air Tanah) untuk pengairan, sehingga
                    sawah  dapat  digarap  dengan  baik.  Saat  ini,  pada  musim
                    kemarau, para petani Desa Banjarpanjang mampu menanam
                    jagung seluas 35 Ha, padi seluas 7 Ha, dan kedelai seluas 5 Ha.

                        Selain itu, untuk memperbaiki kemampuan para petani
                    menggarap  tanahnya  dibutuhkan program  pipanisasi  yang
                    mampu mendistribusikan air dari sumur dalam dan sumur
                    dangkal ke lokasi yang memerlukan air. Upaya ini mendapat
                    dukungan Pemerintah Kabupaten Magetan yang membantu
                    para petani di desa ini, sehingga dapat memiliki sumur P2AT
                    (Program Pengadaan Air Tanah) untuk pengairan pada tahun
                    2014. Usaha ini dilakukan dengan cara memanfaatkan genset,
                    meskipun baru mampu melayani ¼ wilayah desa.

                        Keterangan Sarbini, S.T. memperlihatkan,  bahwa
                    harmoni  sosial  memberi  kesempatan pada para petani
                    mengatasi kendala  pertanian,  terutama ketersediaan  air

      196                                                                                                                                                    197
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220