Page 214 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 214
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
juga berdampak pada terwujudnya harmoni sosial. Hal
ini dijelaskan Sekretaris Desa Cepoko, tahun 2006 – 2015
(Suwarno D.), dengan menyatakan pemasangan patok
menunjukkan adanya kerukunan (baca: harmoni sosial)
di masyarakat. Mereka (pihak-pihak yang terlibat) saling
mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing, sehingga
ingin saling membantu satu sama lain, karena nanti yang
membantu juga akan dibantu.
Pemasangan patok menunjukkan adanya harmoni sosial
di masyarakat, sebab pelaksanaannya melibatkan tetangga
batas dan pihak terkait. Harmoni sosial dapat terbentuk,
karena sebelumnya terbangun interaksi sosial yang baik
antara petani pemilik tanah yang bersangkutan, dengan para
tetangga batas, dan pihak terkait lainnya. Interaksinya tidak
selalu dramatis, tetapi mampu membangun kesefahaman
antar mereka. Oleh karenanya informasi antar mereka
mengalir dengan lancar, terutama saat terkait dengan
pertanian dan pertanahan.
b. Urgensi Harmoni Sosial
Harmoni sosial penting bagi para petani, karena BAB III
memberi kesempatan untuk meningkatkan kinerjanya. Hal
ini dapat meningkatkan pendapatan petani, yang akhirnya
berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Situasi ini
diungkapkan Kepala Desa Banjarpanjang (Sarbini, S.T.) yang
menjelaskan, bahwa pemerintah desa ingin meningkatkan
kesejahteraan para petani. Caranya dengan menggalakkan
sayuran di desa ini, karena melihat kesejahteraan para petani
sayur di Kecamatan Plaosan. Keinginan ini telah mendapat
dukungan dari kelompok tani dan kelompok wanita tani,
yang juga ingin meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan
petani Desa Banjarpanjang.
194 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 195

