Page 209 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 209
Aristiono Nugroho dkk.
Pengetahuan membuat pakan ternak diperoleh
petani dari penjelasan petugas penyuluh pertanian, yang
memperolehnya dari membaca berita pertanian. Petugas
penyuluh pertanian mengungkapkan kepada para petani,
bahwa berita yang sering dibacanya berisi informasi menarik
tentang pertanian dan pertanahan, yang sangat berguna
bagi petani. Berita ini berisi peristiwa aktual yang relevan
dengan hidup dan kehidupan para petani, serta sarat dengan
informasi pertanian terbaru.
Menurut Wahyu Sukmono, petani mampu membuat
konsentrat pakan ternak (sapi) setelah mendapat arahan
dari petugas penyuluh pertanian atau penyuluh lapangan.
Konsentrat dibuat dari kopra, ampas tahu, bonggol jagung,
dan jerami kedelai. Kemampuan para petani membuat
pupuk organik dan pakan ternak juga merupakan hasil dari
penjelasan dan contoh yang diberikan oleh para sarjana yang
tergabung dalam SMD (Sarjana Membangun Desa). Program
ini memiliki tujuan, untuk memberdayakan petani dan
masyarakat pada umunya, dengan memanfaatkan pemikiran
dan tindakan para sarjana. Selain itu, alasan para petani
membuat pakan ternak sendiri, karena pembuatan pakan
ternak yang diborongkan pada pihak lain membutuhkan
upah Rp. 150.000,- per 1 ton.
Segenap daya upaya dikerahkan petani, untuk
meningkatkan kesejahteraan. Petani yang terus diperkaya
dengan informasi terbaru memperluas pengetahuannya,
sehingga mampu memusatkan perhatian pada berbagai
ikhtiar pertanian. Kondisi ini membuat petani semakin
tertarik, untuk terus memperbarui informasi pertanian yang
dimilikinya. Akhirnya pola sikap dan pola tindak semacam
ini meluas hingga menjangkau ranah pertanahan, yang
190 191

