Page 213 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 213
Aristiono Nugroho dkk.
sama, melain merupakan usaha mencapai tujuan bersama,
yaitu mewujudkan kesejahteraan petani.
Selain bekerjasama satu sama lain, masing-masing
petani secara mandiri memutuskan tindakannya untuk
mewujudkan kesejahteraan. Ruslan (petani di Dusun
Panjang, Desa Banjarpanjang) menjelaskan hal ini dengan
menyatakan, bahwa kredit bank dengan jaminan tanah atau
sertipikat hak atas tanah nilainya berbeda-beda, tergantung
kemampuan dan kebutuhan petani. Sebagai contoh ada
petani yang mengambil kredit sebesar Rp. 15 juta untuk usaha
pertanian, tetapi ada juga petani yang mengambil kredit Rp.
25 juta untuk membuka usaha ternak, misal sapi atau ayam.
Sementara itu, Ruslan menyatakan bahwa ia ingin berhati-
hati dalam mengambil kredit, sehingga ia hanya mengambil
kredit sebesar Rp. 5 juta dari Bank Mandiri Syariah, untuk
usaha ternak kambing, yang ia belikan 7 (tujuh) ekor kambing.
Untuk kreditnya ini, Ruslan wajib membayar angsuran jasa
kredit sebesar Rp. 75.000,- per bulan, sedangkan hutang
pokoknya (Rp. 5 juta) belum perlu diangsur.
3. Harmoni Sosial
Transmisi nilai-nilai pertanahan oleh petugas Kantor
Pertanahan Kabupaten Magetan pada para petani memberi dampak
berupa peningkatan keadilan dan kesejahteraan para petani. Selain
itu, transmisi nilai-nilai pertanahan juga memberi dampak berupa
harmoni sosial, yang rinciannya sebagai berikut:
a. Wujud Harmoni Sosial
Setelah tindakan dan perilaku petani dalam melindungi
kepemilikan tanahnya memberi dampak berupa terciptanya
keadilan di bidang pertanahan, dan terjadinya peningkatan
kesejahteraan; ternyata tindakan dan perilaku tersebut
194 195

