Page 208 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 208
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
petani ada yang mempunyai sawah, tetapi ada sebagian
lainnya yang tidak mempunyai sawah. Ada sebagian petani
yang memiliki ternak, tetapi ada pula sebagian lainnya
tidak memiliki ternak, misal: sapi, atau ayam. Dinamika ini
diungkapkan oleh Wahyu Sukmono, yang menjabat sebagai
Sekretaris Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa Cepoko dengan
menjelaskan, bahwa anggota Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa
Cepoko membutuhkan 30 ton pupuk, tetapi oleh karena sapi
yang dimiliki anggota hanya berjumlah 15 ekor sapi, maka
belum mampu memenuhi kebutuhan pupuk organik.
Variasi kepemilikan tanah dan ternak oleh petani,
mendorong gapoktan agar berupaya lebih kuat, sehingga dapat
dicegah perubahan negatif nasib petani. Etos dan semangat
para petani tetap tinggi, terutama dalam menggali potensi
diri dan sumberdaya menuju peningkatan kesejahteraan.
Para perangkat desa dan penyuluh pertanian merupakan
narasumber bagi petani, khususnya dalam hal pemenuhan
kebutuhan berupa informasi terbaru tentang pertanahan dan
pertanian. Adakalanya para petani melakukan penyelidikan
(investigasi) sederhana, untuk memperoleh pupuk yang
paling sesuai bagi bidang tanah yang digarapnya. BAB III
Penjelasan Wahyu Sukmono ini memperlihatkan
betapa seriusnya para petani dalam upayanya memperoleh
penghasilan dan peningkatan kesejahteraan. Sebagaimana
diketahui, penghasilan merupakan salah satu prasyarat
terwujudnya kesejahteraan para petani. Lebih lanjut
Wahyu Sukmono menjelaskan, bahwa 15 ekor sapi yang
dimiliki anggota Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa Cepoko
membutuhkan pakan, yang oleh anggota dibuat sendiri
dengan cara mencampur hasil fermentasi jerami dengan
konsentrat yang juga dibuat sendiri.
188 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 189

