Page 204 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 204
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
maka para petani akan menyerapnya sebagai informasi.
Berbekal informasi yang memuat nilai-nilai pertanahan,
petani mampu memperbaiki pemikiran, sikap, tindakan, dan
perilakunya, agar relevan dengan kesejahteraan yang sedang
diperjuangkannya.
Perjuangan meningkatkan kesejahteraan di kalangan
petani diungkapkan oleh Suwarno D. (Sekretaris Desa
Cepoko tahun 2006-2015) dengan menjelaskan, bahwa para
petani di Desa Cepoko, seperti petani di desa-desa lainnya
juga ingin sejahtera. Sejahtera itu bukan mewah, sejahtera
itu cukup untuk kebutuhan, ada tempat tinggal, ada tanah
untuk bertani, makan cukup, dan anak-anak bisa sekolah.
Bagi petani, sejahtera adalah ketika mereka mampu
memenuhi kebutuhan utamanya. Pandangan ini tentu
saja merupakan simplifikasi terminologi “sejahtera” dalam
perspektif petani, tetapi itulah yang dipegang oleh petani
sebagai targetnya. Mereka ingin memenuhi kebutuhan
hidupnya dari sisi ekonomi, berdasarkan cara pandangnya
yang sangat sederhana. Para petani tidak tergiur dengan
standar tinggi ukuran sejahtera yang ditawarkan media BAB III
massa. Mereka mengetahui beberapa hal yang terkait dengan
isu-isu nasional dan regional, tetapi mereka fokus pada isu-
isu lokal, terutama yang terkait dengan kesejahteraan dan
desanya.
Kesederhanaan para petani dalam memaknai
kesejahteraan, sebagaimana yang dijelaskan Suwarno
D. tidak berarti meminimalkan ikhtiar, karena ternyata
para petani bersungguh-sungguh dalam meningkatkan
kesejahteraannya. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris
Gapoktan “Cepoko Mulya” (Wahyu Sukmono) yang
menjelaskan, bahwa ada perbedaan ketersediaan air irigasi
184 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 185

