Page 205 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 205
Aristiono Nugroho dkk.
bagi Kelompok Tani “Sidomuncul” di Dusun Poko yang
cukup baik, dengan Kelompok Tani “Pandak Maju” di
Dusun Pandak, dan Kelompok Tani “Tani Mulyo” di Dusun
Sadon yang air irigasinya kurang tersedia. Untuk mengatasi
kekurangan air bagi Kelompok Tani “Pandak Maju” di Dusun
Pandak, dan Kelompok Tani “Tani Mulyo” di Dusun Sadon,
maka dibuatlah gorong-gorong agar air dapat efisien mengairi
sawah, karena biasanya waktu yang dialokasikan per blok
hanya 35 menit.
Uraian Suwarno D. tentang Dusun Pandak dan Dusun
Sadon memperlihatkan ikhtiar kuat di kalangan petani,
yang dibangun lewat interaksi, komunikasi, dan berbagi
pesan. Para petani mendapat pesan langsung (straight),
saat berinteraksi dengan perangkat Desa Cepoko. Pesan ini
relatif singkat, tapi karena berhubungan langsung dengan
kehidupan para petani, maka ia memiliki kekuatan penuh
untuk mendorong para petani berikhtiar maksimal. Dengan
memadukan hard skill (keahlian menggarap tanah) dan soft
skill (sikap dan etos kerja) yang dimilikinya, para petani
selalu merespon berbagai kendala yang terkait dengan tanah
dan pertaniannya.
b. Urgensi Kesejahteraan
Kesejahteraan, oleh para petani sering dimaknai sebagai
suatu kondisi ketika mereka mampu memenuhi kebutuhan.
Uniknya, makna ini memiliki arti penting bagi para petani.
Hal ini dibuktikan oleh keterangan Sekretaris Desa Cepoko
tahun 2006 – 2015 yang menyebutkan, ada empat hal yang
terkait dengan kesejahteraan, yaitu: (1) memiliki tempat
tinggal, sehingga petani tidak perlu menumpang di tempat
tinggal orang lain; (2) memiliki tanah untuk bertani, sehingga
ada yang diharapkan oleh petani sebagai penghasilannya.
186 187

