Page 206 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 206

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    Walaupun begitu, para petani tetap harus memiliki pekerjaan
                    tambahan,  untuk memenuhi kebutuhan keluarga; (3)
                    terpenuhinya kebutuhan makanan,  agar keluarga menjadi
                    sehat;  (4)  anak-anak  dapat  bersekolah,  sehingga  dapat
                    menjadi orang yang  berpendidikan, dan dapat  hidup  lebih
                    layak dibandingkan dengan orang-tuanya.
                        Arti penting kesejahteraan bagi petani bukanlah opini,
                    ia  (kesejahteraan)  bukanlah pendapat,  pernyataan,  atau
                    gagasan.  Bagi petani,  kesejahteraan  adalah perjuangan,
                    atau sesuatu yang terus menerus mereka perjuangkan sejak
                    dahulu hingga  saat ini.  Boleh jadi  ada interpretasi  petani
                    atas makna kesejahteraan, tetapi ia tetap fakta perjuangan.
                    Kesejahteraan  tidak  mudah diraih oleh  petani,  meskipun
                    petani  telah  menyederhanakan  ukuran-ukurannya,  karena
                    tetap  saja mereka harus berjuang  sekeras-kerasnya  untuk
                    mencapai  kesejahteraan.  Tanah  dan  pertanian merupakan
                    harapan petani, untuk memperoleh kesejahteraan yang ada
                    dalam imajinya.

                        Keinginan menyekolahkan  anak hingga  pada jenjang
                    perguruan  tinggi,  mendorong petani untuk  tidak  hanya     BAB III
                    menekuni  livelihood on-farm, melainkan juga berupaya
                    menekuni  livelihood  off-farm dan  non-farm. Hal  ini
                    tercermin dari kesiapan para petani menerima kredit usaha
                    dari pihak bank, sebagaimana telah diungkapkan oleh Priyo
                    Hutomo, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan
                    Kabupaten Magetan. Priyo Hutomo mengungkapkan, bahwa
                    setelah mendapat  sertipikat  tanah, biasanya masyarakat
                    menggunakan tanah tersebut sebagai agunan kredit, untuk
                    menambah modal usaha. Beban kredit relatif murah, karena
                    kredit  dari Bank Jatim  dibebani bunga 2%,  sedangkan
                    dari  BPR  (Bank Perkreditan Rakyat)  dibebani  bungan 7%,


 186                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   187
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211