Page 201 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 201
Aristiono Nugroho dkk.
memulai penjelasannya dengan menyatakan, bahwa rata-
rata kepemilikan tanah di desa ini seluas 0,25 Ha. Tetapi
tidak semua petani memiliki tanah, bagi mereka yang tidak
memiliki tanah biasanya diatasi dengan cara menyewa. Oleh
karena itu, Pemerintah Desa Cepoko mendukung penuh
upaya Gapoktan “Cepoko Mulya” dalam membantu para
petani memenuhi kebutuhan usaha taninya.
Ketika Pemerintah Desa Cepoko memberi dukungan
pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Gapoktan
“Cepoko Mulya”, hal ini bukanlah sesuatu yang tanpa
alasan. Dukungan ini muncul, saat kesadaran pemerintah
desa berhasil terbentuk. Informasi tentang desa yang kuat
bila berbasis partisipasi masyarakat, menjadi awal mula
terbentuknya kesadaran pemerintah desa. Partisipasi
masyarakat (termasuk para petani) juga meliputi partisipasi
mereka di bidang pertanahan, yaitu melindungi hak atas
tanah melalui program sertipikasi.
Sebagaimana diketahui Gapoktan “Cepoko Mulya” selalu
sulit menggerakkan tanam serentak, karena ketersediaan air
di beberapa wilayah di desa ini berbeda-beda. Tetapi gapoktan
terus berupaya meningkatkan kesuburan tanah dengan
cara memperbaiki irigasi, agar air cukup tersedia di seluruh
wilayah secara serentak, untuk membuka kemungkinan
adanya tanam serentak. Bila tidak dilakukan tanam serentak
(sama), maka akan terjadi perbedaan tanaman, seperti padi,
jagung, dan sayuran. Hal ini akan berakibat pada terjadinya
serangan hama tikus terhadap areal yang ditanami padi.
Tanam serentak berkaitan dengan kemampuan Gapoktan
“Cepoko Mulya” mempengaruhi para petani, yang boleh jadi
menimbulkan pertentangan (conflict) antara petani dengan
gapoktan. Bila karena satu dan lain hal terjadi pertentangan,
182 183

