Page 196 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 196
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
kewajiban dapat diketahui para pihak. Komunikasi semacam
ini berguna, untuk: (1) menginformasikan (to inform) hak dan
kewajiban yang wajib dipenuhi para pihak; dan (2) mendidik
(to educate) para pihak agar memenuhi kewajiban sebagai
bentuk penghormatan atas hak pihak lain.
b. Keadilan Dalam Pemenuhan Hak
Keadilan juga dapat dimaknai sebagai pemenuhan hak-
hak petani atas tanah, yang memberi dampak positif pada
semua pihak, seperti petani yang bersangkutan, tetangga
batas, sesama petani, masyarakat desa, dan pemerintah
desa setempat. Ketika keadilan telah terwujud, maka
kehidupan masyarakat dapat berjalan tertib dan harmoni
(rukun). Kepala Desa Banjarpanjang (Sarbini, S.T.) telah
menjelaskan tentang pentingnya keadilan, dengan memberi
contoh pelaksanaan PRONA di desanya. Ia menjelaskan,
bahwa untuk mewujudkan keadilan, peran petani dalam
pelaksanaan PRONA dibuat semaksimal mungkin. Hal ini
dilakukan, agar kesalah-fahaman di kalangan petani dapat
dikurangi.
Peran para petani dalam PRONA berguna untuk BAB III
menekan kesalah-fahaman di kalangan petani, dan
menyadarkan mereka tentang pentingnya pemenuhan hak
dan kewajiban di bidang pertanahan. Selain itu, peran para
petani berguna, untuk: (1) menghibur (to entertaint) mereka,
saat berinteraksi dengan sesama petani dan para petugas
pertanahan; dan (2) mempengaruhi (to influence) mereka,
agar semakin bersungguh-sungguh dalam melindungi hak
atas tanahnya.
Sarbini, S.T. menjelaskan, bahwa untuk melaksanakan
PRONA di Desa Banjarpanjang dibentuk “Panitia PRONA
Desa”, yang melibatkan kelompok tani, dengan susunan:
176 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 177

