Page 197 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 197
Aristiono Nugroho dkk.
(1) Ketua: Sukiran, yang juga merupakan Ketua Gapoktan
“Tani Manunggal”; (2) Wakil Ketua: Sarbini (orang yang
berbeda dengan Kepala Desa: Sarbini, S.T.), yang juga
merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat; dan
(3) Sekretaris: Sunyoto.
Pelibatan kelompok tani dalam pelaksanaan PRONA di
Desa Banjarpanjang dimaksudkan, untuk menepis berbagai
informasi negatif tentang PRONA. Ikhtiar ini memberi
kesempatan kepada petani, untuk menjadi pihak yang
mengetahui tentang PRONA. Pengetahuan inilah yang
digunakan petani, untuk menjelaskan segala sesuatu yang
terkait dengan PRONA. Ketika terlibat dalam PRONA, petani
dapat memperoleh informasi, yang sebelumnya tidak ia
ketahui. Selain itu, petani juga dapat memperoleh informasi
umum tentang PRONA dari media massa. Oleh sebab itu,
maka informasi negatif tentang PRONA dapat ditepis oleh
para petani, karena mereka terlibat dan mengetahui tentang
PRONA.
Sesungguhnya, saat pelaksanaan PRONA, hal yang
penting adalah penetapan batas oleh para petani dengan
dibantu Panitia PRONA Desa, caranya: (1) tetangga yang
berbatasan, kepala dusun, petugas dari Panitia PRONA
Desa, dan pemilik tanah menetapkan batas bidang tanah; (2)
memasang patok sementara berupa patok bambu atau patok
kayu sebagai tanda batas; dan (3) mengganti patok sementara
dengan patok beton, yang merupakan patok permanen.
Penetapan batas oleh para petani dengan dibantu
Panitia PRONA Desa, dapat dikatakan sebagai bukti adanya
interaksi dan komunikasi yang baik di kalangan petani. Hal
ini sekaligus membuktikan, bahwa interaksi dan komunikasi
tak dapat dilepaskan dari kehidupan para petani. Interaksi
178 179

