Page 193 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 193

Aristiono Nugroho dkk.
                    melindungi  secara  fisik  (dengan  memasang  tanda  batas)
                    maupun  dengan  cara melindungi  secara hukum (dengan
                    mensertipikatkan tanahnya).

                        Perlindungan kepemilikan  tanah  petani, mendapat
                    dukungan  pemerintah desa,  karena  relevan  dengan  tujuan
                    pengelolaan  pertanahan di  desa,  yaitu  terwujudnya  tertib
                    pertanahan. Secara  sosiologis  diketahui, bahwa  tertib
                    pertanahan merupakan  tujuan  di bidang  pertanahan
                    yang  memiliki beraneka-ragam makna,  seperti:  (1)  makna
                    fungsional (functional), yang memberi makna bahwa tertib
                    pertanahan itu bermanfaat bagi  para  petani,  masyarakat
                    pada umumnya, dan pemerintah desa; (2) makna manipulasi
                    (manipulative), yang memberi makna bahwa tertib pertanahan
                    itu mendorong para petani, masyarakat pada umumnya, dan
                    pemerintah desa agar memperhatikan beberapa hal penting
                    di  bidang  pertanahan; (3)  makna keindahan  (aesthetic),
                    yang memberi  makna bahwa  tertib  pertanahan itu  akan
                    menghadirkan keindahan bila  para  petani,  masyarakat
                    umum, dan pemerintah desa bersedia untuk berpertisipasi;
                    dan (4) makna keyakinan (confidence), yang memberi makna
                    bahwa tertib pertanahan itu akan memberi dampak baik bagi
                    lingkungan,  bila para petani,  masyarakat pada umumnya,
                    dan pemerintah desa bersedia untuk berpertisipasi.


            C. Dampak Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
               1.  Keadilan

                   Sebagaimana  diuraikan  sebelumnya, bahwa  transmisi nilai-
             nilai pertanahan diwujudkan dengan cara menghentikan transmisi
             nilai-nilai pertanahan masa lalu, dan dilanjutkan dengan melakukan
             transmisi nilai-nilai  pertanahan masa kini. Hasil  transmisi nilai-
             nilai pertanahan ini, berupa kemampuan petani melindungi bidang


      174                                                                                                                                                    175
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198