Page 211 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 211
Aristiono Nugroho dkk.
Berkaitan dengan upaya petani meraih kesejahteraan,
Sekretaris Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa Cepoko (Wahyu
Sukmono) menjelaskan, bahwa karena cuaca tidak lagi sesuai
dengan musimnya, maka para petani berupaya mengatasi
curah hujan yang tinggi. Oleh sebab itu, petani mengutamakan
menanam padi, dan untuk sementara mengesampingkan
keinginan menanam jagung, karena bila curah hujan tinggi
maka jagung akan membusuk dan berjamur.
Sementara itu, untuk memperbaiki kesuburan tanahnya
petani memerlukan pupuk organik, sehingga mereka
berupaya membuat kompos dan memanfaatkan bakteri
pengolah tanah, seperti: microderma. Pupuk organik ini
dibuat dengan menyemprotkan bakteri pada pupuk buatan
pabrik, lalu difermentasi selama 1 (satu) minggu. Bakteri yang
digunakan adalah bakteri buatan pabrik, tetapi kemudian
dikembang-biakkan dengan cara mencampurnya dengan air
kelapa, air godokan kedelai, air cucian beras, tetes tebu, dan
nanas (agar pupuk organiknya harum).
Upaya petani memperbaiki kesuburan tanah,
merupakan salah satu bentuk tanggungjawab petani
terhadap bidang tanah yang selama ini dijaga dan
dilindungi. Tindakan ini relevan dengan perjuangan para
petani meraih kesejahteraan, yang telah dijadikan tujuan
oleh para petani. Ketergantungan para petani terhadap
para tengkulak dan rentenir diatasi dengan kerja kelompok,
dalam wadah orgainsasi yang disebut kelompok tani dan
gabungan kelompok tani. Organisasi ini dikelola secara
kekeluargaan, serta selalu memberi kesempatan pada para
anggotanya atau petani untuk menyampaikan pendapat
pribadi, serta memperoleh informasi tentang pertanian
dan pertanahan.
192 193

