Page 217 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 217

Aristiono Nugroho dkk.
                  c.  Prasyarat Harmoni Sosial

                        Keinginan mewujudkan harmoni sosial dapat tercapai,
                    saat  semua  pihak  bersedia  melaksanakan kewajibannya
                    masing-masing. Sebagaimana diketahui, saat setiap anggota
                    masyarakat, para petani, seluruh kelompok tani, gabungan
                    kelompok  tani,  lembaga  pemberdayaan  masyarakat  desa,
                    badan perwakilan desa, dan pemerintah desa bersedia untuk
                    melaksanakan kewajiban, maka  terbukalah “ruang”  bagi
                    pemenuhan hak mereka masing-masing. Dengan demikian
                    kesediaan melaksanakan kewajiban merupakan  prasyarat
                    bagi terwujudnya harmoni sosial.
                        Pelaksanaan kewajiban  para  pihak merupakan konsepsi
                    paling  simpel, dan  paling  mudah difahami dalam  konteks
                    mewujudkan harmoni  sosial. Konsepsi ini  dikomunikasikan
                    oleh perangkat desa kepada tokoh dan para petani, serta anggota
                    masyarakat desa  pada  umumnya.  Tujuannya, agar  mereka
                    mampu memahami  sisi  positif  pemenuhan kewajiban bagi
                    pencapaian harmoni sosial. Ketika pemenuhan kewajiban telah
                    menjadi mindset dan cultural-set para petani dan masyarakat
                    desa, maka dapat dikatakan latar belakang harmoni sosial telah
                    terbentuk. Harmoni sosial telah berada dalam benak mereka,
                    dan siap diwujudkan dalam kehidupan nyata.

                        Indahnya    kesediaan   melaksanakan    kewajiban
                    diungkapkan  oleh Kamituwo  atau Kepala Dusun Panjang,
                    Desa Banjarpanjang (Sadirun) dengan menjelaskan,  bahwa
                    semua pihak di Desa Banjarpanjang bersedia melaksanakan
                    kewajiban. Contoh,  bila  ada masalah  waris  yang  tidak
                    selesai di  lapangan  (tingkat dusun),  maka diselesaikan di
                    tingkat  desa. Saat itulah Kepala Desa  dan Sekretaris Desa
                    Banjarpanjang bahu membahu menyelesaikan masalah waris
                    tersebut dengan memanfaatkan data yang ada di kantor desa.

      198                                                                                                                                                    199
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222