Page 86 - Konstitusionalisme Agraria
P. 86

B A B  III





                        KONSTITUSI AGRARIA

                   DALAM REZIM NASIONALIS










             Toh … diberi hak atau tidak diberi hak; diberi pegangan atau tidak
              diberi pegangan; diberi penguat atau tidak diberi penguat, - tiap-
                  tiap machluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh
            tidak, pasti achirnja bangkit, pasti achirnja bangun, pasti achirnja
             menggerakkan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan
              tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka! Djangan
                  lagi manusia, - walau tjatjingpun tentu bergerak berkeluget-
                                             keluget kalau merasakan sakit!

                                   Soekarno, Indonesia Menggugat (1930)



            Proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi jembatan emas bagi penduduk
            pribumi kepulauan Indonesia menyongong kehidupan baru yang
            lepas dari cengkeraman kapitalisme-agraria kolonial. Kemerdekaan
            memberikan peluang bagi upaya untuk perombakan struktur
            penguasaan tanah dan sumber daya alam lainnya. Dengan semangat
            kebangsaan yang baru, berbagai perangkat hukum kolonial yang
            tidak sesuai dengan semangat nasionalisme negara baru diganti.
            Berbagai program perombakan dicanangkan oleh penguasa baru.
            Kelembagaan untuk mengurusi persoalan agraria dan land reform
            yang dicanangkan pun dipersiapkan. Kemerdekaan hadir sebagai
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91