Page 87 - Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan
P. 87

Terdapat titik krusial yang tidak dijelaskan dalam Peraturan
             ini mengenai sejauh mana Direktur Jenderal Planologi Kehutanan
             mempertimbangkan dan menerima hasil analisis yang diserahkan oleh
             Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
             sehingga mau mengeluarkan bidang/wilayah yang dimohonkan hak atas
             tanahnya dari kawasan kehutanan.
                   Selain hal itu, Peraturan Bersama ini masih menyisakan pertanyaan
             mengenai pengakuan terhadap Masyarakat Hukum Adat yang sebagaimana
             Permenag No. 5/1999 harus melalui adanya peraturan daerah; dan
             persoalan mengenai konstruksi kepemilikan kolektif dan komunal selain
                                                                             81
             kepemilikan privat. Beberapa kendala lain yang dapat dicatat adalah ,
             pertama belum jelasnya tugas dan fungsi antar keanggotaan IP4T yang
             beragam. Kedua, belum jelasnya objek reforma agraria di dalam kawasan
             hutan, dimungkinkannya kawasan Hutan Produksi Konversi (HKP)
             sebagai objek, ataukah hanya di atas lahan-lahan izin yang diterlantarkan.
             Ketiga, mengenai belum diaturnya adanya keberatan dari pemohon yang
             tidak menerima hasil rekomendasi dari Tim IP4T. Keempat, adalah hal
             yang paling krusial, yakni persoalan pembuktian adanya masyarakat
             hukum (Perda ataukah SK Bupati). Kelima, tentang status hutan hak dan
             hutan adat. Perber ini masih memahami kawasan hutan



























                   81 Sebagaimana catatan dalam diskusi “Membedah Peraturan Bersama Menteri Tentang
             Tata Cara Penyelesaian Penguasaan Tanah yang Berada di dalam Kawasan Hutan”, Epistema,
             jakarta, 5 Desember 2014


            80      Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92