Page 167 - Relasi Kuasa: Dalam Strategi Pertanahan di Desa Prigelan
P. 167
158 Aristiono Nugroho, Suharno, dan Tullus Subroto
penanda atas termaknainya strategi pertanahan yang diterapkan
Pemerintah Desa Prigelan. Makna semakin jelas wujudnya, saat
seluruh elemen desa berkenan berkontribusi, terutama untuk
berperan pada revitalisasi kesadaran dan solidaritas agraris, yang
kemudian memuncak pada keberdayaan agraris.
B. Strategi Pertanahan Bagi Para Pihak
1. Bagi Pemerintah Desa
Maniso (Kepala Desa Prigelan tahun 2012 – 2017) menjelaskan,
bahwa strategi pertanahan yang diterapkannya merupakan wujud
pelaksanaan visi dan misinya, ketika mencalonkan diri sebagai Kepala
Desa Prigelan masa bakti tahun 2012 – 2017. Ia mengungkapkan,
bahwa: Pertama, visinya adalah, terwujudnya Desa Prigelan yang
beriman, aman, damai, sehat, dan sejahtera lahir-batin, yang
didukung oleh semua elemen masyarakat dan swadaya masyarakat.
Kedua, misinya adalah: (1) meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, (2) meningkatkan sumberdaya masyarakat, (3)
meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat, (4) mewujudkan
keamanan dan ketertiban, (5) meningkatkan sarana prasarana dasar
permukiman, (6) melestarikan adat istiadat dan budaya asli desa,
serta (7) meningkatkan produksi pertanian dan peternakan.
Visi dan misi Maniso ini selanjutnya menjadi visi dan misi
Pemerintah Desa Prigelan pada tahun 2012 – 2017, yang antara lain
berkaitan dengan penerapan strategi pertanahan. Sebagaimana
diketahui strategi pertanahan berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan memanfaatkan
potensi alam yang ada di desa ini semaksimal mungkin. Outcome
yang diharapkan dari strategi pertanahan adalah bertambah baiknya
kondisi sosial ekonomi para petani di Desa Prigelan. Bila dibandingkan
dengan kondisi Kabupaten Purworejo dan Provinsi Jawa Tengah,

