Page 184 - Kembali ke Agraria
P. 184

Kembali ke Agraria

               terorganisirnya petani menjadi cikal bakal dari lemah dan kalahnya
               petani di hadapan pihak lain. Melalui kerja tekun yang terus menerus
               dalam melahirkan, memperkuat, menata dan merawat organisasi tani
               yang sejati akan menjadi pintu gerbang bagi pertumbuhan kesadaran
               baru, semangat baru dan kekuatan baru di kalangan petani.
                   Organisasi tani tidak melulu bicara sosial-politik petani, melain-
               kan juga menggarap segi sosial-ekonomi petani. Meningkatkan posisi
               tawar secara politik mestilah disertai pengembangan kapasitas petani
               dalam ekonomi pertanian mereka. Kuat secara politik dan mandiri
               dalam ekonomi adalah idealisme yang disasar oleh kerja pengorga-
               nisasian petani. Pendek kata, hanya melalui kerja terorganisirlah
               gerakan kaum tani dapat mencapai tujuan dan cita-citanya. Dengan
               organisasi yang baik pula, kalangan petani dan masyarakat pada
               umumnya dimungkinkan untuk menempuh jalur damai, dialogis dan
               bermartabat dalam menyelesaikan beragam persoalan sosial, eko-
               nomi, dan politik yang dihadapinya. Untuk itu, konsolidasi antar
               organisasi tani yang punya cita-cita sama menjadi kebutuhan men-
               desak.
                   Diperlukan juga pembukaan hati nurani dan akal sehat elite
               politik untuk secara serius mengabdikan posisi politiknya bagi ke-
               menangan petani, yang berarti kemenangan seluruh bangsa. Hati
               dan pikiran elite yang tengah manggung di kursi eksekutif, legislatif
               maupun yudikatif sudah saatnya disterilkan dari pragmatisme politik
               elitis yang kerap kali tak sebangun, bahkan berseberangan dengan
               kepentingan petani. Dengan hati jernih dan pikiran cerdaslah kebi-
               jakan yang menyentuh hidup petani akan mungkin terbangun.
                   Tragedi di Brasil 17 April sembilan tahun lalu, sebagaimana
               tragedi-tragedi sejenis yang seringkali berulang di tanah air kita—
               semacam kasus Bulukumba (Sulsel) dan Manggarai (NTT)—hendak-
               nya menjadi peringatan bahwa komitmen untuk memihak petani
               sedang ditunggu-tunggu. Dan komitmen ini mestilah dimiliki semua
               pihak yang menyatakan mencintai bangsanya sekaligus menghormati
               kemanusiaan asasi secara universal.


                                                                        165
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189