Page 273 - Kembali ke Agraria
P. 273

Usep Setiawan

            undang itu secara konsekuen.
                Semangat dan filosofi UUPA yang masih sangat relevan seti-
            daknya ada 10 (sepuluh) prinsip dasar: nasionalisme, hak menguasai
            dari negara, tanah untuk penggarap,  landreform, fungsi sosial,
            pengakuan hak adat, kesetaraan gender, kelestarian lingkungan,
            usaha bersama rakyat, dan lintas sektor.


            Undang-undang operasionalnya
                Kini, pemerintah dan parlemen hendaknya berkonsentrasi pada
            pelaksanaan UUPA dengan menerjemahkan mandat-mandat UUPA
            ke dalam peraturan perundang-undangan turunannya secara lebih
            operasional. Revisi dan pencabutan aturan yang nyeleweng dari
            UUPA perlu dilakukan. Idealnya, reforma agraria diatur dalam pera-
            turan setingkat UU agar memiliki legitimasi politik dan kekuatan
            hukum penuh. Namun, penyusunan UU memakan waktu lama dan
            proses panjang (perlu koordinasi intensif dengan parlemen dan kon-
            sultasi publik luas). Belum lagi risiko “nyeleweng” dari semangat
            UUPA juga amat riskan.
                Untuk itu, percepatan reforma agraria dapat diatur dalam
            Peraturan Pengganti UU (Perpu) atau Peraturan Pemerintah (PP).
            Legislasi itu hendaknya mengatur mengenai: argumen pentingnya
            reforma agraria; pengertian, tujuan dan arah reforma agraria; objek
            dan subjek reforma; mekanisme pelaksanaan; kelembagaan pelak-
            sana; program pendukung; pembiayaan; dan, jadwal pelaksanaan.
                Sangat baik jika Perpu dan PP ini terbit di awal tahun 2007,
            sehingga komitmen Presiden untuk menjalankan reforma agraria—
            sebagaimana dipidatokan 31 Januari lalu,—dapat segera mewujud
            dalam kebijakan kongkrit. Menggeser wacana ke dalam praktik—
            sejatinya tantangan terbesar pemerintahan sekarang.
                Yang juga mesti dikenali adalah arus deras neoliberalisme di
            berbagai sektor agraria dan pengelolaan kekayaan alam. Arus ini
            hendaknya dicegah dengan jalan konsisten teguh pada amanat
            UUPA. Penguasaan, pemilikan, pengelolaan dan pemafaatan tanah


            254
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278