Page 146 - ESSAI AGRARIA 22.indd
P. 146

Real-Time File Integrity Monitoring:
                    Upaya Perlindungan Integritas
                    Sertifikat Tanah Elektronik untuk
                    Meningkatkan Pelayanan Pertanahan
                    dan Tata Ruang secara Digital

                    Asep Setiawan






            Pendahuluan

                 ulai  awal  tahun  2021,  melalui  laman  resmi  Kementerian
            MATR/BPN,  telah  dikeluarkan  kebijakan Peraturan Menteri
            ATR/Kepala Badan Pertanahan     Nasional  (BPN)  Nomor  1 Tahun
            2021  tentang  Sertipikat Elektronik,  yang berisikan  transformasi
            sertipikat tanah dari analog menjadi elektronik. Dalam Peraturan
            Menteri ini dijelaskan surat tanah elektronik akan menggantikan
            surat tanah  fisik, termasuk  penggantian  buku tanah,  dan  surat
            ukur/gambar  denah.  Pada  tahun  ini  Kementerian  ATR/BPN
            baru akan mulai menerapkan sertipikat tanah elektronik dengan
            berbagai tahapan. Tahapan pertama dimulai dengan  tanah-tanah
            milik  pemerintah,  kemudian mulai masuk ke  sektor  perbankan
            dan perusahaan BUMN, setelahnya baru kemudian menyasar ke
            individual masyarakat (Laksono, 2022). Kepala Kantor Pertanahan
            di wilayah   masing-masing nantinya bertugas menarik sertipikat
            untuk disatukan dengan  buku  tanah dan disimpan  menjadi
            warkah  pada  kantor  pertanahan  (BBC  News  Indonesia,  2021).
            Secara prinsip kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk





                                                                     135
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151