Page 140 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 140
Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007
yang cukup signifikan, yakni 71 persen. Jumlah ini juga
menyatakan bahwa gerakan pembaruan agraria di Jepang
sangat meluas dan mencakup hampir seluruh petani yang
ada pada saat itu.
Menurut gerakan petani Nouminren Jepang, gerakan
pembaruan agraria yang pertama cukup mengubah struktur
kepemilikan sumber agraria yang pada saat itu sangat tim-
pang. Pada masa sebelum Restorasi Meiji, tanah-tanah
ratusan hingga ribuan hektar dikuasai oleh kaum feodal,
yakni tuan tanah yang merupakan keluarga-keluarga bang-
sawan Jepang. Dengan adanya gerakan yang disebut “The
First Agrarian Land Reform”, sekitar 41 persen dari seluruh
lahan yang ditanami didistribusikan kepada petani kecil dan
tak bertanah.
Gerakan pembaruan agraria ini juga disebut gerakan
yang populis, dan diikuti juga oleh negara-negara tetangga
Jepang seperti Korea Selatan. Beneficiaries akibat gerakan
pembaruan agraria di Korea Selatan adalah sekitar 66 persen
dari petani mendapatkan tanah dan proses produksi dan
distribusi yang layak. Korea Selatan membagikan sekitar
44 persen tanah yang ada kepada petani. Hal ini diikuti
oleh Taiwan yang membagikan 44 persen lahan yang ada,
dan yang sangat mengagumkan adalah bahwa Prosteman
(2003, seperti yang dikutip Saiful Bahari, 2004) mengklaim
bahwa dari seluruh lahan yang dibagikan itu ternyata sampai
ke seluruh lapisan petani kecil dan tak bertanah yang ada
di Taiwan (atau terserap sempurna 100 persen).
Disadari atau tidak, gerakan pembaruan agraria di
negara-negara ini adalah yang diklaim sebagai gerakan popu-
lis, walaupun pada perkembangan selanjutnya menjadi
93

