Page 141 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 141

M. Shohibuddin & M. Nazir S (Penyunting)

            cenderung kapitalistik seperti Jepang dan Korea Selatan.
            Gerakan petani di Jepang dan Korea Selatan saat ini menge-
            cam penetrasi kapital atas tanah dan pertanian mereka, yang
            berusaha mendominasi pertanian dengan model agro-ekspor.
            Akibatnya, petani kecil yang muncul pada gerakan pemba-
            ruan agraria tahun 1950-an secara cepat terkikis dan
            digantikan dengan model industri dan perusahaan agro-
            eskpor multinasional. Di Jepang saat ini, direncanakan
            sebuah program “The Second Agrarian Land Reform” yang
            ingin menghapuskan pertanian gaya lama—pertanian
            berbasis keluarga dan subsisten—digantikan dengan model
            korporasi (diusulkan oleh Hiroshi Okuda, Presiden Toyota
            tahun 2000-an awal). Petani di Jepang memprotes usulan
            ini dan mengatakan bahwa realisasinya hanya akan menen-
            dang Jepang kembali ke sejarah lama, karena konsentrasi
            lahan akan dikuasai oleh perusahaan besar (Nouminren,
            dalam La Via Campesina: 2006).
                Sementara di Filipina, Revolusi Filipina dan gerakan
            pembaruan agraria dimulai oleh golongan menengah dan
            didukung oleh gereja. Kalangan elit gereja sendiri sebenarnya
            juga terdiri dari kelas menengah yaitu tuan-tuan tanah
            (hasienda) yang dirugikan oleh Presiden Marcos. Pada tahun
            1970-an, gerakan land reform dimulai dengan berbagai SK
            Presiden, mulai dari masa Marcos hingga UU yang dikelu-
            arkan masa Aquino (1980-an).
                Gerakan pembaruan agraria di Filipina sebenarnya
            relatif lebih progresif dibandingkan dengan gerakan serupa
            di negara-negara berkembang di sekitarnya (seperti Indo-
            nesia, Thailand). Adanya UU Land Reform membuat
            kerangka konstitusi gerakan pembaruan agraria menjadi

            94
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146